Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Gelar YES 2026 di Yogyakarta, Strategi Baru Dorong Ekonomi DIY Terungkap

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 05:06 WIB | Oleh:
BI Gelar YES 2026 di Yogyakarta, Strategi Baru Dorong Ekonomi DIY Terungkap Doc: Antara foto/HO-Kantor Perwakilan BI DIY
Ket. Yogyakarta Economic Symposium (YES) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY di Yogyakarta. Kamis (3/9).

YOGYAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 sebagai upaya memperkuat sinergi dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah di DIY.

"YES 2026 diharap menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan dalam menghasilkan gagasan serta rekomendasi bagi penguatan ekonomi DIY," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo pada simposium tersebut di Yogyakarta, Kamis.

YES 2026 dengan tema "Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien Menuju Masyarakat DIY Sejahtera" ini diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), akademisi, serta pelaku usaha dengan total peserta mencapai 200 orang.

Menurut dia, perekonomian DIY masih menghadapi berbagai tantangan global dan domestik, mulai dari ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI), kesenjangan antarwilayah, hingga risiko ketahanan pangan.

"Menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan respons kebijakan yang implementatif, tepat sasaran, dan didukung oleh kajian yang kuat," katanya.

Melalui forum ini, lanjut dia, potensi Yogyakarta sebagai kota budaya dan kota pelajar diharapkan semakin optimal dalam mendukung perumusan kebijakan yang berkualitas.

"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan ekonomi DIY yang bertumbuh, inklusif, resilien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Sri Susilo mengatakan, kekuatan ekosistem pendidikan dan riset merupakan modal penting bagi DIY dalam mendorong produktivitas, inovasi, dan daya saing daerah.

Menurut dia, potensi tersebut perlu terus dioptimalkan melalui penguatan research-based policy agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang relevan dan aplikatif.

"Dalam konteks tersebut, YES 2026 diharapkan menjadi jembatan antara akademisi dan pengambil kebijakan melalui pertukaran gagasan dan 'policy insight'," katanya.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, pembangunan ekonomi DIY ke depan perlu diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan memiliki daya tahan terhadap berbagai perubahan.

"Melalui YES 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam mendukung penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi ekonomi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

BMKG Khawatirkan Durasi Musim Hujan yang Pendek

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Khawatirkan Durasi Mus...
Nasional
Bapanas Proses 102 Tersangk...
Advertisement
Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.