Literasi Keuangan Digital Masuk Kurikulum, Ini Dorongan OJK untuk Generasi Muda
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:07 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemahaman mengenai ekosistem keuangan digital masuk dalam kurikulum pendidikan untuk membekali generasi muda menghadapi semakin luasnya akses layanan keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono di Jakarta, Kamis (25/9), mengatakan kemudahan akses layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan.
“Kita ke depan akan bisa menyelipkan pemahaman mengenai ekosistem keuangan digital dalam kurikulum kita,” katanya dalam acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Jakarta.
Menurut dia, semakin cepat dan mudahnya akses layanan keuangan juga membawa risiko, antara lain penggunaan produk yang tidak sesuai kebutuhan, informasi yang tidak benar, penipuan, aktivitas keuangan ilegal, hingga keamanan data pribadi.
Oleh karena itu, ia menilai generasi muda perlu memahami model bisnis dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital agar mampu memilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan serta bertransaksi secara aman.
“Betapa besar risiko yang kita hadapi di sistem keuangan ketika kita tidak bisa memahami bagaimana sebenarnya bisnis model yang ada di ekosistem ekonomi keuangan digital,” ujarnya.
Dicky mengatakan penguatan pemahaman tersebut dapat dilakukan melalui bahan ajar, kurikulum, pelatihan bersama guru, serta praktik penggunaan berbagai layanan dan produk keuangan digital.
Saat ini, OJK bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan bahan ajar literasi finansial bagi peserta didik melalui platform Rumah Pendidikan.
Bahan ajar tersebut mengacu pada Panduan Pendidikan Literasi Finansial Kemendikdasmen dan mengintegrasikan kompetensi literasi finansial dalam pembelajaran intrakurikuler, termasuk matematika dan ekonomi, serta kegiatan kokurikuler pada pendidikan formal.
Lebih lanjut, materi tersebut ditujukan untuk membantu peserta didik memahami pilihan keuangan, menilai manfaat dan risiko, serta mengambil keputusan keuangan secara sadar, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Kita ingin generasi muda yang cakap, bijak … terlindungi karena memahami hak, resiko, tahu bagaimana bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi serta mengenali jenis penipuan yang ada pada ekosistem keuangan digital,” ucap Dicky.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!