Kapal Kargo Tenggelam Setelah Tabrakan dengan Kapal Tanker di Perairan Turki, 10 Orang Hilang
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis"Bagian yang menyedihkan adalah tidak ada yang diberitahu selama lebih dari 30 menit. Terus terang, saya tidak mengerti," katanya kepada stasiun televisi A Haber saat memberikan kronologi peristiwa yang mirip dengan yang awalnya diberikan oleh direktorat maritim.
Dalam wawancara terpisah, Dogruyol menuduh kapten ALSU gagal bergabung dalam upaya penyelamatan setelah tabrakan tersebut.
"Bagaimana Anda bisa begitu saja pergi? Berdasarkan hukum maritim, ada kewajiban untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda. Ini bukan pilihan," katanya kepada stasiun televisi swasta CNN Turk.
"Jika penjaga pantai mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung, Anda wajib mengubah haluan dan membantu. Di sini, Anda telah menyebabkan kecelakaan dan kemudian berlayar pergi," katanya.
Para ahli mengatakan tabrakan itu kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan manusia.
"Laut Marmara adalah area yang padat lalu lintas dan diawasi ketat, memiliki semua karakteristik jalan raya maritim," kata insinyur maritim Sabri Gokhan kepada stasiun televisi swasta NTV.
"Kapal tidak mudah tenggelam di sana. Kemungkinan itu adalah kesalahan awak kapal," katanya.
Menurut situs pelacakan VesselFinder, Tugberk Imamoglu adalah kapal kargo berbendera Turki yang dibangun pada tahun 1990 dan memiliki panjang 90 meter (300 kaki).
Pada saat tabrakan, truk tersebut membawa 4.200 ton lembaran logam gulung dan tulangan baja, kata pihak berwenang.
Direktorat maritim awalnya mengatakan ALSU membawa 3.000 ton oli mesin, tetapi kemudian mengatakan bahwa kapal tanker itu kosong, sebuah detail yang dikonfirmasi oleh pemerintah daerah.
Tiga hari sebelumnya, sebuah kecelakaan feri mematikan terjadi di lepas pantai Siprus Utara yang menewaskan delapan warga negara Turki, dan tim penyelamat masih mencari 20 orang lainnya yang dilaporkan hilang.
Kecelakaan kapal fatal terakhir di daerah tersebut terjadi pada September 2018 ketika sebuah feri tenggelam, menyebabkan satu orang tewas dan empat orang hilang.
Laut Marmara terletak di antara Laut Hitam dan Laut Aegea.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!