Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curah Hujan Masih Tinggi, BPBD DKI Petakan Wilayah Rawan Longsor di Jaksel dan Jaktim

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 09:16 WIB | Oleh:
Curah Hujan Masih Tinggi, BPBD DKI Petakan Wilayah Rawan Longsor di Jaksel dan Jaktim Doc: BPBD DKI
Ket. Personel BPBD DKI melakukan susur sungai di sepanjang aliran Kali Ciliwung.

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi rawan longsor di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) sebagai upaya mitigasi bencana saat musim hujan.

“Kami sudah sering melakukan susur sungai, terutama di Ciliwung, untuk memetakan dan mengamati titik-titik yang berpotensi longsor, serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (23/4).

Dia menyebutkan kejadian di wilayah Kebon Baru beberapa waktu lalu mendorong sebagian warga yang sebelumnya enggan direlokasi menjadi bersedia untuk dipindahkan demi keselamatan.

Menurut Yohan, BPBD DKI memiliki peran sebagai koordinator dalam penanganan bencana dengan memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah kelurahan.

Berdasarkan peraturan gubernur, kata dia, lurah mempunyai peran sebagai manajer bencana di wilayahnya masing-masing sehingga dapat berkoordinasi langsung dengan berbagai pihak tanpa harus melalui jalur birokrasi berjenjang.

“Hal ini penting karena dalam kondisi bencana, dibutuhkan respons cepat. Lurah memiliki otorisasi untuk langsung berkoordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) maupun UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) dalam penanganan di lapangan,” ujar Yohan.

Selain itu, BPBD DKI juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam penanganan teknis di lapangan, termasuk pemasangan penahan tanah sementara menggunakan kayu dolken di sejumlah titik rawan.

Yohan menuturkan usulan pembangunan turap permanen akan dimasukkan ke dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mengingat sebagian kewenangan pengelolaan sungai juga berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tugas dari pada Pemprov, apalagi di Wali Kota, adalah masalah pembebasan lahan, bersama dengan SDA yang membebaskannya, ya, itu koordinatifnya. Tapi, untuk pembangunan secara fisik ini tidak semuanya oleh Dinas SDA, tapi ada dari Kementerian PUPR atau Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC)," ungkap Yohan.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan potensi gerakan tanah April 2026 yang disusun dari hasil overlay peta kerentanan dan curah hujan, sejumlah wilayah di Jakarta masuk ke dalam kategori zona menengah.

Di Jakarta Selatan, wilayah tersebut meliputi beberapa kecamatan, yaitu Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan, sedangkan di Jakarta Timur mencakup Kecamatan Kramatjati dan Kecamatan Pasar Rebo.

Pada zona menengah, sambung Yohan, gerakan tanah berpotensi terjadi apabila curah hujan berada di atas normal, terutama di area sekitar lembah sungai, tebing, atau lereng yang mengalami gangguan.

BPBD DKI pun mengimbau lurah, camat, serta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.

“Antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan,” tegas Yohan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.