Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa Itu Kamitetap Berbahayakah? Berikut Penjelasan!

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 05:52 WIB | Oleh:
Apa Itu Kamitetap Berbahayakah? Berikut Penjelasan! Doc: wikipedia.m
Ket. Serangga kamitetap.

JAKARTA - Pernah menemukan serangga kecil berbentuk seperti larva yang sering muncul di sudut rumah, kolong kasur, atau gudang? Bisa jadi itu adalah kamitetep atau phereoeca uterella.

Meski ukurannya mungil, kehadiran serangga ini kerap dianggap mengganggu karena termasuk hama rumah tangga. Tidak hanya merusak kenyamanan, kamitetep juga bisa menimbulkan masalah pada kulit, mulai dari gatal hingga iritasi.

Agar lebih waspada, penting bagi Anda untuk mengenal lebih jauh tentang serangga kamitetep, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut untuk mengenali serangga kamitetep berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Mengenal serangga kamitetep

Serangga ini termasuk dalam ordo lepidoptera dan dikenal sebagai salah satu hama rumah tangga, terutama saat berada pada fase larva. Pada tahap ini, larva biasanya bersembunyi di dalam cangkang kecil yang bentuknya menyerupai biji labu.

Spesies ini pertama kali ditemukan oleh Lord Walsingham pada tahun 1897 di Kepulauan Virgin. Kemudian, pada 1933 diberi nama Tineola uterella. Selanjutnya, pada 1956 ditetapkan dalam genus baru yaitu Phereoeca uterella Walsingham, yang memiliki ciri khas berupa cangkang pelindung datar (case-bearer).

Klasifikasi kamitetep

Menurut data dari Global Biodiversity Information Facility (GBIF), serangga kamitetap dikategorikan dalam klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

• Kingdom: Animalia
• Filum: Arthropoda
• Kelas: Insecta
• Ordo: Lepidoptera
• Famili: Tineidae
• Genus: Phereoeca
• Spesies: Phereoeca uterell

Siklus hidup kamitetep

Siklus hidup Phereoeca uterella melalui empat tahap, yaitu telur, larva, pupa, hingga serangga dewasa. Proses ini umumnya memakan waktu sekitar 62 hingga 86 hari. Setelah kawin, induk betina akan bertelur di celah-celah dinding atau lantai.

Dalam kurun waktu satu minggu, seekor betina bisa menghasilkan sekitar 200 butir telur, kemudian mati setelahnya. Telur berukuran sangat kecil, sekitar 0,4 mm, berwarna pucat kebiruan, dan teksturnya lembut. Setelah menetas, telur berkembang menjadi larva yang biasanya bersembunyi di area tersembunyi, seperti bawah kasur, sudut ruangan, atau bahkan menempel di tirai.

Begitu keluar dari telur, larva membuat wadah pelindung (case-bearer) menggunakan benang sutra yang dipadukan dengan partikel halus seperti pasir, tanah, atau kotoran serangga. Bentuk pelindung tersebut menyerupai biji labu dengan tampilan ramping dan agak pipih.

Sebaran geografis dan habitat serangga kamitetap

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

27 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.