Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keracunan MBG Sidoarjo, Seberapa Ketat Pengawasan SPPG?

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 16:17 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9)," katanya.

Operasional SPPG Kali Tengah kemudian dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi untuk memastikan penyebab kejadian.

"Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh biaya penanganan medis korban, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta, ditanggung pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan hingga Rabu (2/9) pukul 00.45 WIB, korban dari Ponpes Manba'ul Hikam mencapai 424 santri. Selain itu, terdapat 24 korban dari luar pesantren yang diduga mengalami kejadian serupa.

Dari jumlah tersebut, 173 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Kasus di Sidoarjo menjadi catatan penting bagi pelaksanaan MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat. Penghentian sementara satu SPPG dan investigasi setelah munculnya ratusan korban menunjukkan bahwa pengawasan keamanan pangan harus menjadi bagian utama, bukan sekadar respons setelah terjadi dugaan keracunan.

Evaluasi juga perlu memastikan standar pengolahan, pemeriksaan bahan pangan, kebersihan dapur, pengendalian suhu makanan, distribusi, hingga mekanisme pelaporan gejala berjalan konsisten. Sebab, ketika satu titik distribusi mengalami masalah, dampaknya dapat meluas ke banyak sekolah dan peserta didik sekaligus.

Dengan investigasi yang masih berlangsung, penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan. Namun, penanganan cepat korban dan keterbukaan hasil pemeriksaan menjadi penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.