Dancing Plague Strasbourg 1518, Histeria Massal Misterius yang Menjadi Awal Semesta Pengabdi Setan 3
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPada abad ke-16, masyarakat Strasbourg tentu tidak memiliki pemahaman medis modern mengenai fenomena tersebut. Wabah menari kemudian dikaitkan dengan persoalan agama dan kekuatan supernatural.
Salah satu keyakinan yang berkembang menghubungkannya dengan Santo Vitus, figur keagamaan yang pada masa itu dipercaya memiliki hubungan dengan fenomena yang kemudian dikenal sebagai "St. Vitus' Dance". Para penderita akhirnya dibawa menuju tempat pemujaan Santo Vitus untuk mendapatkan penyembuhan.
Pemerintah kota sebelumnya bahkan sempat mengambil langkah yang menurut standar modern terdengar tidak lazim. Musik dan tarian tetap digunakan sebagai bagian dari upaya menangani para penderita. Setelah langkah tersebut tidak menghentikan fenomena, para penderita kemudian diarahkan menuju tempat suci Santo Vitus. Pada September 1518, fenomena tersebut akhirnya mereda.
Meski berbagai catatan sejarah memberikan gambaran tentang apa yang terjadi, penyebab pasti Dancing Plague Strasbourg 1518 hingga kini belum diketahui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjadi pintu masuk Pengabdi Setan 3: Origin
Peristiwa sejarah tersebut kemudian digunakan Joko Anwar sebagai titik awal cerita Pengabdi Setan 3: Origin. Film ketiga ini bukan kelanjutan langsung kisah Rini dan keluarganya, melainkan sebuah prekuel yang dirancang untuk mengungkap asal-usul sekte, perjanjian dengan iblis, serta kutukan yang menjadi bagian penting dari dua film sebelumnya.
Dalam cerita film, kisah dimulai dari histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16 yang terinspirasi oleh Dancing Plague 1518. Cerita kemudian bergerak melintasi benua menuju pesisir selatan Jawa pada abad ke-17, dengan sebuah mercusuar menjadi salah satu lokasi penting dalam cerita.
Dengan demikian, hubungan antara Dancing Plague dan Pengabdi Setan 3: Origin merupakan unsur fiksi dalam semesta film, bukan klaim bahwa wabah Strasbourg pada 1518 memiliki kaitan dengan sekte atau kutukan dalam sejarah nyata.
Joko Anwar menyebut film ini sebagai bagian yang akhirnya mengarah pada pertanyaan mengenai asal mula kutukan, alasan kutukan tersebut terus berlangsung, dan apa yang sebenarnya diincarnya. Film tersebut direncanakan menjadi prekuel yang dapat berdiri sendiri sekaligus memberikan jawaban atas sejumlah misteri dari dua film sebelumnya.
Pengabdi Setan 3: Origin direncanakan tayang di bioskop pada 2027. Film ini disebut akan menggunakan tujuh bahasa dan mengambil latar di dua benua, memperluas cakupan semesta Pengabdi Setan dari cerita keluarga di Indonesia menjadi kisah yang menelusuri akar teror hingga beberapa abad ke belakang.
Satan’s Slaves: Origin akan dipasarkan secara internasional dengan dukungan Barunson E&A, studio Korea Selatan di balik film pemenang Oscar, Parasite. Untuk pemasaran, Barunson E&A akan memperkenalkan film tersebut kepada pembeli global dalam ajang pasar film Toronto Film Festival pada September mendatang.
Dari sisi format layar, Pengabdi Setan 3: Origin disebut akan melanjutkan warisan teknis dari Pengabdi Setan 2: Communion, yang pada 2022 menjadi film Indonesia pertama yang tayang dalam format IMAX.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!