Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Onslaught': Horor Aksi Brutal dari Sutradara Godzilla vs. Kong yang Kehilangan Arah

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 00:03 WIB | Oleh:
'Onslaught': Horor Aksi Brutal dari Sutradara Godzilla vs. Kong yang Kehilangan Arah Doc: Istimewa
Ket. Paduan aksi, horor, slasher dan karakter ibu yang berusaha melindungi anaknya membuat film ini tetap menjadi tontonan yang cukup menghibur bagi penonton yang menyukai film bergenre brutal dan penuh aksi.

Onslaught membawa sutrdara Adam Wingard kembali ke wilayah film horor dan thriller beranggaran lebih kecil setelah menggarap dua film Godzilla vs. Kong. Dibintangi Adria Arjona, yang banyak disebut calon Wonder Woman versi James Gunn dan Dan Stevens, film produksi A24 ini menawarkan perpaduan film slasher, aksi militer, dan horor dengan sejumlah adegan brutal.

Dari Variety, film berdurasi 92 menit ini berpusat pada Celeste, mantan penembak jitu yang tinggal di kompleks perumahan trailer untuk veteran militer. Kehidupannya yang relatif tenang bersama putrinya, Daisy, berubah ketika sebuah eksperimen militer di fasilitas rahasia di dekat tempat tinggal mereka menghasilkan tiga prajurit super yang kemudian berubah menjadi pembunuh brutal.

Celeste kemudian harus bertahan bersama putrinya ketika para prajurit tersebut mulai menyerang penduduk di sekitar mereka.

Wingard kembali bekerja sama dengan penulis Simon Barrett, kolaboratornya dalam sejumlah film sebelumnya. Keduanya memasukkan elemen yang mengingatkan pada film-film horor mereka, sekaligus menggabungkannya dengan nuansa film perang dan teknologi militer.

Salah satu bagian penting cerita berkaitan dengan Dr. Hans Kammler, ilmuwan Jerman yang diperankan Dan Stevens, dan istrinya, Hanna, yang dimainkan Rebecca Hall. Keduanya menjalankan eksperimen di sebuah bunker untuk menciptakan prajurit super bagi kontraktor militer swasta.

Film juga memasukkan referensi terhadap Operasi Paperclip dan hubungan eksperimen tersebut dengan masa lalu Nazi. Namun, menurut ulasan Variety, aspek tersebut tidak dikembangkan menjadi tema sosial yang dominan dan lebih banyak digunakan sebagai bagian dari latar cerita horor.

Kekuatan utama Onslaught berada pada karakter Celeste yang dimainkan Adria Arjona. Karakternya digambarkan keras, waspada dan memiliki kemampuan bertahan hidup, tetapi juga menunjukkan sisi protektif sebagai seorang ibu.

Penampilan Arjona membuat karakter tersebut menjadi pusat perhatian ketika film mulai memasuki bagian aksi. Hubungan Celeste dengan putrinya juga memberikan alasan emosional di balik perjuangannya menghadapi para pembunuh.

Namun, struktur cerita menjadi salah satu kelemahan film. Onslaught membutuhkan waktu cukup panjang sebelum konflik utamanya benar-benar bertemu. Di satu sisi, pendekatan tersebut membuat penonton lebih dekat dengan karakter Celeste. Di sisi lain, kemunculan para antagonis sejak awal membuat intensitas mereka terasa berkurang ketika cerita memasuki bagian akhir.

Tiga prajurit super yang menjadi pembunuh utama digambarkan seperti sosok monster dengan mata bercahaya dan tubuh yang tidak biasa. Mereka memiliki kemampuan serta kecerdasan yang seharusnya membuat mereka menjadi ancaman serius, tetapi film justru lebih sering menggunakan mereka sebagai figur slasher yang mengejar dan membunuh korban.

Konsep tersebut memperlihatkan gaya Wingard yang menggabungkan ikonografi horor dengan film aksi. Beberapa elemen bahkan mengingatkan pada The Texas Chain Saw Massacre dan film Wingard sebelumnya, The Guest.

Selain Celeste, film juga memperkenalkan Josiah, tetangga yang diperankan Reginald VelJohnson, serta Sheriff Kovacks yang dimainkan Eric Wareheim. Ada pula Cyrus, karakter pembunuh bayaran yang diperankan Drew Starkey, tetapi subplot tersebut dinilai kurang penting dibandingkan konflik utama.

Meski memiliki kelemahan struktural, Onslaught tetap menawarkan sejumlah adegan aksi dan kekerasan yang menjadi daya tarik utama. Tata suara dan musik Matthew Pusti juga digunakan untuk membangun ketegangan, terutama ketika film memasuki fase pengejaran dan pertarungan.

Secara keseluruhan, Onslaught bukan film terbaik Wingard dan Barrett. Ceritanya masih menyisakan sejumlah bagian yang terasa membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Namun, perpaduan aksi, horor, slasher dan karakter ibu yang berusaha melindungi anaknya membuat film ini tetap menjadi tontonan yang cukup menghibur bagi penonton yang menyukai film bergenre brutal dan penuh aksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.