Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Akui Relokasi PKL Kramat Jati Tak Mudah, Ternyata Ini Penyebabnya?

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 00:19 WIB | Oleh:
Pramono Akui Relokasi PKL Kramat Jati Tak Mudah, Ternyata Ini Penyebabnya? Doc: Antara foto
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati, Selasa (1/9).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui bahwa relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Kramat Jati tidak mudah, namun merupakan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata kawasan sekaligus mengembalikan fungsi jalan.

“Pembenahan ini terus terang tidak gampang karena ini sudah berlangsung lebih dari 50 tahun, sejak awal tahun 70-an. Tetapi, untuk membuat penertiban-penertiban yang ada di Jakarta, salah satu hal yang perlu dilakukan pembenahan adalah di Kramat Jati ini,” kata Pramono saat dijumpai di Kramat Jati, Selasa malam.

Dia pun ingin proses penataan ini dilakukan dengan lebih humanis. Untuk itu, sebelum pedagang dipindahkan, pihaknya harus menyediakan tempat yang layak terlebih dulu.

“Ada hal prinsip dalam pendekatan. Menurut saya hal yang prinsip adalah kalau selama ini pendekatannya adalah melakukan penggusuran, memindahkan digusur, saya meminta alternatif yang lebih humanis. Untuk itu harus ada tempat yang layak untuk mereka bisa berjualan. Memang prosesnya pasti tidak gampang,” ujar Pramono.

Pemprov DKI  merelokasi 614 pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Jalan Pasar Kramat Jati.

Dari sekitar 614 pedagang yang ditata, sebanyak 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, 45 pedagang kue ditempatkan di Lokbin Cililitan, dan 45 pedagang lainnya diarahkan ke pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Kendati demikian, Pramono mengakui belum semua pedagang dapat langsung dipindahkan ke lokasi binaan karena keterbatasan tempat. Sebab, lokasi binaan yang tersedia hanya bisa digunakan sekitar 120 pedagang.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan alternatif lokasi tambahan yang tidak jauh dari wilayah Kramat Jati.

Ia meminta rencana tersebut segera ditindaklanjuti oleh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur. Pramono menargetkan, alternatif lokasi tambahan itu selesai dalam waktu tiga minggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.