Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Efektivitas Pemadaman Karhutla Gambut, Polda Kalimantan Selatan Gunakan Cairan Tepung

2 Jumat, 28 Agu 2026, 08:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Efektivitas Pemadaman Karhutla Gambut, Polda Kalimantan Selatan Gunakan Cairan Tepung Tingkatkan Efektivitas Pemadaman Karhutla Gambut, Polda Kalimantan Selatan Gunakan Cairan Tepung Doc: ANTARA
Ket. Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan saat memimpin pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air dalam pemadaman lahan gambut di Banjarbaru.

BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan menggunakan cairan tepung untuk meningkatkan efektivitas upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut di Banjarbaru, khususnya mencakup area prioritas seperti bandara guna mencegah dampak kabut asap yang mengganggu penerbangan.

"Atas dukungan dan arahan bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat (28/8).

Kapolda mengungkapkan cairan campuran tepung itu, bantuan langsung dari Mabes Polri.

Inovasi pemadam karhutla berbasis pati singkong (tepung ubi) yang dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api.

Adapun cara kerjanya, air dalam campuran berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar di vegetasi.

Sementara pati singkong membantu meningkatkan adhesi agar cairan bertahan lebih lama di permukaan tanah sehingga membasahi lahan secara merata.

Selain itu, Polda Kalsel bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah menerapkan metode suntik gambut yaitu penyuntikan air langsung ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter.

Adapun air yang disuntikkan berupa air dicampur busa untuk agen pembasah.

Kapolda menyebut hasil uji coba menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan dengan area sekitar radius satu meter dari titik suntik menjadi dingin dan sumber api bawah tanah.

Saat ini Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel membantu pengembangan dan penggandaan formula cairan pembasah tersebut.

"Saya target dapat diproduksi dan digunakan secara lebih luas mulai hari ini khususnya melakukan pembasahan lahan gambut di tiga wilayah prioritas yakni Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang dan Pengayuan," kata Yudha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Waspada! Sejumlah Wilayah J...

Andrea Bocelli Gelar Konser di Candi Borobudur

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Andrea Bocelli Gelar Konser...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.