Wali Kota Bandung: Hindari FOMO Teknologi, Data dan Tata Kelola Harus Jadi Fondasi AI
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 18:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBerdasarkan data kewilayahan, baru 490 dari 1.597 RW yang telah mampu melakukan pemilahan sampah. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar Pemkot Bandung dalam menerapkan program Gaslah dengan menempatkan petugas pemilah di tingkat RW.
Namun, kebijakan tersebut juga langsung dievaluasi berdasarkan data. Setelah 6 bulan pelaksanaan, hasil evaluasi menunjukkan satu RW maksimal baru mampu memilah sekitar 40 kilogram sampah per hari.
Jika dikalikan dengan seluruh RW, kapasitas pemilahan tersebut berada di kisaran 60 ton per hari. Angka itu masih jauh dibandingkan produksi sampah Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari, dengan sekitar 60 persen di antaranya merupakan sampah organik.
Wali Kota Farhan menilai data dan teknologi harus digunakan untuk melihat efektivitas sekaligus konsekuensi sebuah kebijakan, termasuk dari sisi anggaran.
Ia juga mencontohkan, penempatan satu petugas pemilah di 1.597 RW membutuhkan anggaran sekitar Rp28 miliar per tahun. Karena itu, setiap kebijakan perlu dihitung secara menyeluruh sebelum diterapkan lebih luas.
“Setiap kebijakan itu konsekuensinya mesti kita hitung ke depan dan kita siapkan di belakang. So, back-end and forecast become very important before we move on with technology,” kata dia.
Pemkot Bandung juga tengah mengembangkan berbagai prototipe untuk mendukung proses validasi dan pengambilan keputusan. Salah satunya aplikasi Teh Eva atau Electronic Validation Application yang masih dalam tahap beta.
Wali Kota Farhan mengatakan pendekatan prototyping dilakukan agar setiap inovasi dapat diuji terlebih dahulu dengan biaya yang relatif kecil. Setelah terbukti berjalan dan memberikan manfaat, teknologi tersebut baru dapat dikembangkan dan disosialisasikan secara lebih luas.
“Bagaimanapun juga kami berangkat dari tata kelola data sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Wali Kota Farhan.
Sebagai informasi, kegiatan AI Indonesia Initiative Forum berlangsung pada 26-28 Agustus 2026. Anda dapat menyaksikannya melalui kanal YouTube SCCIC Living Lab. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!