Pemkot Bandung Dorong Investasi untuk Kota Lebih Hijau
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 18:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka peluang investasi hijau berskala global melalui pengembangan berbagai sektor strategis dalam kerangka climate investment. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bandung yang lebih hijau, tangguh dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat penyerahan secara resmi laporan Climate Investment Opportunities Diagnostic yang disusun Internasional Finance Corporation (IFC) melalui program APEX Green Cities, di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jumat (28/8).
Wali Kota Farhan mengatakan kerja sama Pemkot Bandung dengan berbagai mitra internasional kini semakin meningkat dan beragam. Peluang investasi di sektor iklim dapat memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu tujuan investasi kelas dunia.
“Kerja sama kita sekarang ini sudah makin meningkat dan makin beragam. Tentunya, dalam hal peluang untuk berinvestasi dalam kerangka climate investment, ini menambah kesempatan Kota Bandung untuk menjadi salah satu kota tujuan investasi kelas dunia,” kata Wali Kota Farhan.
Wali Kota Farhan menyebut sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan melalui investasi hijau, di antaranya pengolahan sampah serta pengembangan konsep indeks ruang terbuka hijau dan biru.
Menurut dia, pengelolaan lingkungan menjadi semakin penting seiring dengan pertumbuhan dan kepadatan penduduk Kota Bandung. Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas udara.
“Kami juga menghadapi tantangan dengan semakin padatnya penduduk di Kota Bandung. Pada saat yang sama kami mengalami masalah dengan kualitas udara di Kota Bandung yang dianggap sekarang ini sebagai salah satu yang terburuk di Indonesia,” ujar dia.
Wali Kota Farhan menilai, persoalan kualitas udara tidak semata-mata dapat dikaitkan dengan keberadaan industri besar. Sebab, saat ini Kota Bandung sudah tidak memiliki industri besar yang kerap dituding sebagai salah satu penyebab buruknya kualitas udara di suatu wilayah.
Selain kualitas udara, Pemkot Bandung juga menawarkan peluang investasi untuk meningkatkan kualitas air baku dan air tanah.
Wali Kota Farhan mengatakan, saat ini kebutuhan air bersih Kota Bandung masih bergantung pada pasokan air baku dari luar wilayah. Di sisi lain, kualitas air baku di sejumlah sungai di Kota Bandung masih menghadapi persoalan kontaminasi.
“Kami juga mengundang climate investment ini untuk menyentuh kualitas air baku di Kota Bandung. Sampai saat ini untuk distribusi air bersih Kota Bandung, kami masih harus membeli air baku dari wilayah di luar Kota Bandung,” ucap dia.
Ia berharap investasi di sektor tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas air baku maupun air tanah di Kota Bandung. Dalam jangka panjang, kondisi itu diharapkan dapat mendukung cita-cita menghadirkan air keran yang aman diminum setidaknya di hotel-hotel berbintang di Kota Bandung.
“Apabila memang ada peluang bagi climate investment meningkatkan kualitas air baku di Kota Bandung dan air tanah di Kota Bandung, maka cita-cita kami untuk memproduksi air keran yang bisa diminum paling tidak di hotel-hotel berbintang di Kota Bandung akan memberikan nilai tambah yang luar biasa,” tutur dia.
Dukungan terhadap upaya Kota Bandung memperkuat investasi hijau juga datang dari Pemerintah Inggris. Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemkot Bandung, Pemerintah Inggris dan International Finance Corporation (IFC).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!