Jagung Bengkayang Jadi Incaran Bulog Kalbar, Serapan Terus Digenjot!
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 14:54 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBENGKAYANG - Perum Bulog Kalbar mengintensifkan penyerapan jagung pipilan kering pada semester II 2026 untuk mengejar target 16.400 ton, dengan Kabupaten Bengkayang sebagai salah satu daerah andalan.
"Karena Bengkayang memiliki potensi produksi sekitar 14.000 ton pada periode panen Agustus-Oktober," ujar Kepala Perum Bulog Cabang Singkawang Noldi Ramayadi di Bengkayang, Sabtu.
Noldi mengatakan, percepatan penyerapan pada semester II menjadi perhatian karena hingga saat ini realisasi Bulog Kalbar baru mencapai 1.553 ton atau sekitar 9,7 persen dari target tahunan.
"Target penyerapan Bulog Kalbar sebesar 16.400 ton," kata Noldi.
Menurut dia, potensi produksi jagung yang cukup besar pada semester II harus diikuti dengan kesiapan penyerapan di tingkat petani. Karena itu, Bulog memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan lainnya, untuk memastikan hasil panen dapat masuk ke Bulog.
Bengkayang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena berdasarkan pemetaan Bulog, potensi produksi jagung di wilayah tersebut pada periode Agustus-Oktober 2026 mencapai sekitar 14.000 ton.
"Karena potensinya besar, Bengkayang menjadi salah satu wilayah yang sangat penting untuk mendukung pencapaian target penyerapan jagung Kalbar pada semester II," ujarnya.
Noldi mengatakan salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membentuk tim kecil untuk melakukan sinkronisasi data lapangan. Tim tersebut akan memastikan kesesuaian antara data luas tanam, potensi produksi, jadwal panen dan kemampuan penyerapan Bulog.
Langkah tersebut dinilai penting karena akurasi data menjadi dasar dalam menentukan strategi penyerapan, termasuk memetakan lokasi panen dan memperkirakan volume jagung yang akan tersedia.
Selain sinkronisasi data, Bulog akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada petani jagung di Kabupaten Bengkayang mengenai mekanisme penyerapan dan persyaratan jagung yang dapat dibeli Bulog.
"Peran koordinator penyuluh dan PPL di setiap desa sangat penting untuk mengawasi tanaman jagung yang sudah diberikan benihnya kepada petani sehingga hasil panennya nanti dapat diserap Bulog," katanya.
Ia menyebutkan petani dapat menjual jagung kepada Bulog sesuai harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.400 per kilogram dengan persyaratan kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 parts per billion (ppb).
Untuk mendukung peningkatan serapan pangan daerah, Bulog juga akan melakukan sosialisasi kepada petani gabah di Kecamatan Capkala, Sungai Raya dan sejumlah sentra padi lainnya di Kabupaten Bengkayang. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan penyerapan gabah oleh Bulog di daerah itu.
Noldi menambahkan, penguatan serapan juga dilakukan di Kota Singkawang dan kabupaten Sambas sebagai wilayah kerja Bulog Singkawang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!