Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelapa Sulteng Naik Kelas, Industrialisasi Mulai Digeber

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelapa Sulteng Naik Kelas, Industrialisasi Mulai Digeber Doc: ANTARA/ Akramul Muslim
Ket. Ilustrasi - Sejumlah petani mengumpulkan buah kelapa hasil panen.

PALU – Industrialisasi komoditas kelapa dalam menjadi peluang strategis untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing produk nasional.

Pengolahan kelapa tidak hanya sebagai bahan mentah, tetapi menjadi produk turunan bernilai tinggi dapat mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan petani.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) memulai program industrialisasi komoditas kelapa dalam untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Sekarang sudah ini terbangun industri kelapa dalam di Kabupaten Morowali dengan nilai investasi Rp1,6 triliun,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng Muhammad Neng di Palu, Kamis (27/8).

Dia menjelaskan rencana produksi pabrik tersebut sekitar 400 ribu ton per tahun untuk kelapa dalam. Sementara, data produksi kelapa dalam di Sulteng per tahun sekitar 190 ribu ton.

“Kami menggenjot bagaimana masyarakat berlomba-lomba untuk menanam kelapa dalam,” ujar dia.

Untuk mendukung industrialisasi kelapa dalam, lanjut dia, Pemprov Sulteng dan pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan bibit kelapa dalam sebanyak 1,1 juta pohon. Diharapkan, tanaman itu dapat berproduksi maksimal di masa depan, untuk mendukung industri kelapa yang telah ada.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani mengatakan BPI Danantara turut terlibat dalam proyek hilirisasi kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah.

Rosan, yang juga CEO Danantara itu mengatakan lembaga pengelola investasi negara menjadi salah satu perusahaan dalam konsorsium gabungan perusahaan dengan China. Pabrik tersebut berasal dari dua entitas perusahaan yakni, Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd yang merupakan produsen turunan kelapa terbesar China dan sebuah konsorsium perusahaan Indonesia, yang saat ini diketahui adalah Danantara dan China.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Rosyid mengatakan pengembangan industri hilir merupakan bagian dari target besar pemerintah dalam memperkuat hilirisasi kelapa sesuai arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan kelapa hingga sekitar 500 ribu hektare. Namun, menurut Agus, kemampuan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mencakup sekitar 221 ribu hektare hingga 2027, sehingga diperlukan dukungan investasi dari berbagai pihak, termasuk swasta dan Danantara.

Selain meningkatkan pasokan bahan baku industri, pembangunan industri hilir diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.