Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan, Karhutla Indonesia Jadi Sorotan

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kabut Asap Kian Mengkhawatirkan, Karhutla Indonesia Jadi Sorotan Doc: AFP/Roslan RAHMAN
Ket. Kabut asap menyelimuti perairan Selat Singapura Kami (20/8).

Singapura - Badan Lingkungan Hidup Nasional (National Environment Agency/NEA) Singapura memperingatkan potensi memburuknya kualitas udara pekan ini menyusul meningkatnya titik panas dan aktivitas kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia.

NEA dalam unggahan di Facebook, Senin (24/8), menyebut titik panas dan kepulan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Sejumlah kepulan asap juga terpantau di Riau.

"Kami mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan, dengan titik panas dan kepulan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Beberapa kepulan asap juga teramati di Riau," demikian pernyataan NEA.

NEA memperkirakan kondisi kering masih berlangsung sepanjang pekan. Dengan angin dari arah selatan atau tenggara, Singapura berpotensi terdampak kabut asap secara berkala.

Dikutip dari Antara, Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berpotensi terbawa angin hingga negara tetangga.

"Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin," katanya di Jakarta.

Menurut Ardhasena, pergerakan asap mengikuti pola angin musiman yang berlangsung secara rutin. Penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan meminta negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla.

Berton mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun negara sehingga penanganannya harus dilakukan bersama.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujarnya.

Menurut Berton, pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan karhutla melalui pemadaman darat, patroli, pemadaman udara, water bombing, operasi modifikasi cuaca, serta penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan dan 22 pesawat lainnya di Sumatra. Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi di Kalimantan.

"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," kata Berton.

Kesehatan Masyarakat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Kolombia Tegaskan Tidak Ada...
Megapolitan
Ruang Multifungsi Bawah HI ...
Megapolitan
Sejak Lama Jakbar Jadi Goth...

Kanada Lancarkan Tarif Balasan hingga 50 % pada Lebih 700 Produk AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Kanada Lancarkan Tarif Bala...
Olahraga
Joao Fonseca Mundur dari US...
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.