Pemkot Tangerang Tertibkan 273 PKL dan Dipindah ke Pasar Anyar
Selasa, 03 Nov 2026, 12:45 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, menertibkan dan memindahkan 273 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani ke Pasar Anyar.
“Saat ini dilakukan penertiban secara menyeluruh bagi pedagang yang belum pindah ke Pasar Anyar sebagai lokasi yang sudah kami siapkan sejak awal,” kata Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang Mulyani di Tangerang, Selasa (3/11).
Mulyani mengatakan sebelum penertiban dilakukan, pemerintah daerah telah menyosialisasikan rencana pemindahan kepada para pedagang.
Dalam proses pemindahan lapak, Pemkot Tangerang juga menyiapkan armada pengangkut untuk membantu membawa barang dagangan ke dalam gedung Pasar Anyar.
Penataan Jalan Kiasnawi bertujuan memperkuat konektivitas antara Stasiun Tangerang dan kawasan niaga Pasar Anyar. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkot Tangerang dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Penataan kawasan tersebut diharapkan menciptakan akses yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pengunjung dari luar Kota Tangerang yang menggunakan transportasi kereta api.
Mulyani menjelaskan penertiban juga bertujuan mengembalikan fungsi jalan dan trotoar yang selama ini digunakan sebagai tempat berdagang.
“Penataan ini tidak hanya bertujuan memindahkan aktivitas perdagangan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi Pasar Anyar sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Setelah penertiban, Pemkot Tangerang menyiagakan petugas untuk mengawasi kawasan tersebut agar pedagang tidak kembali berjualan di lokasi yang dilarang.
“Ada pengawasan 24 jam nanti,” kata Mulyani.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Teguh Supriyanto mengatakan penertiban melibatkan 300 personel gabungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Personel tersebut berasal dari Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Perumda Pasar, TNG, Kecamatan Tangerang, hingga kelurahan.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kebersihan pasar tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga dapat menjadi daya tarik ekonomi untuk mendatangkan pembeli dan pengunjung.
Ia menjelaskan revitalisasi Pasar Anyar perlu diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Pasar yang modern dan tertata tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan dan fasilitas, tetapi juga kesadaran bersama untuk merawatnya.
Sachrudin mengajak pedagang, konsumen, dan pengunjung menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari, antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memungut sampah yang terlihat.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pedagang, konsumen, hingga pengunjung pasar, untuk memiliki kepedulian yang sama. Jangan membuang sampah sembarangan. Bahkan, kalau melihat sampah, biasakan untuk memungutnya. Kebiasaan sederhana seperti ini sangat efektif untuk menjaga kebersihan,” ujar Sachrudin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!