Penuhi Kebutuhan Publik, Kotawaringin Timur Bangun Gedung Serbaguna
Selasa, 03 Nov 2026, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), menargetkan pembangunan gedung serbaguna di kawasan Lingkar Selatan atau Jalan Mohammad Hatta mulai dilaksanakan pada 2027 guna memenuhi berbagai kebutuhan publik.
“Saat ini sedang pengurukan. Pembangunan fasilitas diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar, sekaligus mengurangi penggunaan fasilitas yang tidak sesuai dengan peruntukan,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Kalteng, Selasa (03/11).
Pemkab Kotim telah menyiapkan lahan sekitar 4 hektare untuk pembangunan. Lahan tersebut selanjutnya direncanakan menjadi kompleks gedung pertemuan berkapasitas besar dengan daya tampung minimal sekitar 3.000 orang. Fasilitas itu juga dilengkapi halaman luas yang dapat dimanfaatkan berbagai kegiatan masyarakat.
Menurut dia, selama ini sejumlah kegiatan pemerintah daerah, seperti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kotim, masih sering memanfaatkan Stadion 29 November Sampit.
Padahal, stadion tersebut memiliki lapangan sepak bola dengan rumput berstandar nasional yang seharusnya lebih difokuskan untuk kegiatan olahraga. Penggunaan lapangan untuk kegiatan non olahraga berpotensi merusak kondisi rumput dan mengganggu pemanfaatannya.
Selain itu, keberadaan gedung serbaguna beserta kawasannya juga diharap menjadi solusi penyelenggaraan kegiatan otomotif yang selama ini memanfaatkan kawasan Taman Kota Sampit.
“Makanya saya melihat ini menjadi kebutuhan. Kita prioritaskan mulai tahun depan membangun. Di situ halamannya besar, gedungnya pun besar,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut Halikinnor mengatakan kompleks tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertemuan, tetapi juga dapat digunakan untuk penyelenggaraan pameran atau expo, upacara, kegiatan keagamaan, hingga konser musik dengan menghadirkan artis.
Sedangkan halaman terbuka yang direncanakan diaspal dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga otomotif. Penataan lintasan dapat disesuaikan dengan kondisi halaman, bahkan pembatas lintasan bisa memanfaatkan ban bekas.
Terkait kebutuhan anggaran, Halikinnor menyebut pembangunan dilakukan bertahap dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar dua tahun, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan pembangunan lainnya.
“Anggaran untuk kita bertahap, dua tahun perhitungan saya, karena kita juga ada kebutuhan lain. Kurang lebih Rp49 miliar yang pertama. Kalau untuk pengurukan ini sekitar Rp9 miliar,” ujar dia.
Ia menambahkan, saat ini, pekerjaan pematangan lahan masih berlangsung. Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai kontrak pada pertengahan Desember 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!