Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejak Tahun 1900, Negara Ini Mengalami Musim Panas Paling Terik

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 10:56 WIB | Oleh:
Sejak Tahun 1900, Negara Ini Mengalami Musim Panas Paling Terik Doc: ist
Ket. musim kemarau

  • JAKARTA – Kekeringan karena panas menyengat melanda banyak negara. Bahkan di negeri ini terjadi panas paling terik sejak tahun 1900. Negara manakah yang mengalami masalah seperti itu? Adalah negara Belanda yang mengalami musim panas paling terik saat ini sejak tahun 1900. Ini berdasarkan data Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI), seperti dilaporkan media setempat, Kamis.

    Suhu rata-rata selama tiga bulan terakhir di stasiun utama KNMI di De Bilt mencapai 19,3 derajat Celsius, menurut lembaga penyiaran publik Belanda NOS. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2018 sebesar 18,9 derajat Celsius.

    Musim panas tahun ini ditandai dengan gelombang panas berulang, malam yang sangat hangat, serta kekeringan berkepanjangan, menurut laporan tersebut. KNMI mengeluarkan peringatan merah pertama dalam sejarahnya untuk kondisi panas ekstrem pada Juni lalu.

    "Kami mencatat suhu di atas 35 derajat pada hari terbanyak saat ini, masa hari tropis juga lebih panjang dari sebelumnya. Belum pernah sebelumnya kami mengalami begitu banyak hari berturut-turut dengan suhu malam hari mencapai 22 derajat atau lebih," kata pakar iklim KNMI Peter Siegmund.

    Wilayah selatan Belanda mengalami panas malam yang sangat parah, lapor NOS. Di Maastricht, suhu bertahan di atas 22 derajat Celsius selama tiga malam berturut-turut untuk pertama kalinya dalam catatan pengukuran.

    "Jika emisi (rumah kaca) tetap tinggi, suhu seperti yang terjadi tahun ini akan menjadi suhu musim panas yang umum terjadi sekitar tahun 2050," kata Siegmund. Berdasarkan perhitungan Siegmund, musim panas dengan suhu seperti yang tercatat tahun ini kini dapat terjadi sekali dalam lima tahun dalam kondisi iklim saat ini.

    Seiring dengan berlangsungnya pemanasan global, kondisi seperti itu diperkirakan akan semakin sering terjadi. Siegmund mengatakan kebijakan iklim yang efektif masih dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu dalam jangka panjang.

    Pada 2050, perbedaan antara skenario emisi tinggi dan rendah KNMI dapat mencapai sekitar 1 derajat Celsius dan meningkat menjadi 4 derajat Celsius pada akhir abad ini, ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Cukup Foto Selfie, AI Baru ...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.