Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Simeulue
Ket. Tim Ekspedisi Patriot bersama Pemerintah Kabupaten Simeulue membahas rencana pengembangan budi daya perikanan di Simeulue, Aceh, Minggu (23/8/2026).

BANDA ACEH – Pengembangan budi daya perikanan air tawar dan marikultur di kawasan transmigrasi dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, akses pasar, dan pendampingan yang memadai, potensi sumber daya perairan dapat diolah menjadi sumber pendapatan baru serta menciptakan lapangan kerja bagi warga transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari IPB University bersama Pemerintah Kabupaten Simeulue mengkaji pengembangan budi daya perikanan air tawar dan marikultur di kawasan transmigrasi Pulau Simeulue, Provinsi Aceh.

Pimpinan TEP Irzal Efendi di Simeulue, Minggu (23/8), mengatakan budi daya ikan air tawar penting untuk memperkuat ketersediaan sumber protein bagi masyarakat Pulau Simeulue.

"Sebagai wilayah kepulauan, pasokan ikan di Pulau Simeulue pada waktu tertentu dapat menghadapi kendala, terutama saat cuaca ekstrem pada musim barat dan musim peralihan. Budi daya ikan air tawar ini penting memperkuat ketersediaan sumber protein masyarakat Pulau Simeulue," katanya.

TEP merupakan program Kementerian Transmigrasi yang mengirim sarjana, magister, doktor, dan profesor muda dari berbagai perguruan tinggi ke kawasan transmigrasi melakukan penelitian, pendampingan, serta aksi nyata mendorong pertumbuhan ekonomi para transmigran.

Ia mengatakan program budi daya perikanan air tawar dan marikultur tersebut nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi proyek percontohan, tetapi sebagai langkah membangun mata rantai ekonomi baru berbasis potensi perikanan lokal di wilayah kabupaten kepulauan tersebut.

Pengembangan itu merupakan tindak lanjut hasil kajian TEP IPB University pada 2025. Hasil kajian tersebut kini mulai diterjemahkan ke dalam riset aksi berskala usaha tani.

"Hasil kajian TEP IPB University, komoditas lele dan nila dinilai memiliki prospek pasar yang cukup kuat di Simeulue," kata Irzal Efendi.

Irzal Efendi mengatakan pengembangan lele dirancang secara terintegrasi mulai dari pembenihan, pendederan hingga pembesaran. Teknologi yang digunakan antara lain kolam dan bak bulat berbahan terpal.

"Kami juga merencanakan penggunaan induk unggul yang didatangkan dari Banda Aceh serta pengembangan pakan secara mandiri," katanya.

Selain budidaya air tawar, kata Irzal Efendi, sektor kelautan di Simeulue juga menjadi perhatian penting dalam program tersebut, terutama pengembangan lobster. Perairan Simeulue selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dalam rantai pasok benih bening lobster (BBL).

Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan lebih jauh agar nilai ekonominya tidak berhenti pada komoditas mentah, tetapi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat.

Pengembangan yang ditawarkan adalah pendederan lobster hingga ukuran sekitar 10-50 gram per ekor. Pengembangan budi daya juga dinilai relevan dengan perubahan kebijakan terkait perdagangan BBL.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.