Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 06:02 WIB | Oleh: Tim PenulisMenanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi Alor dan meminta Perum Bulog memastikan ketersediaan stok serta melakukan operasi pasar apabila diperlukan agar masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Intervensi Pemerintah
Pemerintah terus melakukan intervensi pasokan dan distribusi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran beras SPHP sejak Maret hingga 8 Agustus 2026 mencapai 610,3 ribu ton atau 73,71 persen dari target 828 ribu ton.
Bapanas juga memprioritaskan pasar rakyat sebagai titik utama distribusi beras SPHP untuk memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Selain SPHP, Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton bantuan pangan beras kepada 33.244.408 penerima untuk alokasi Juli-September 2026.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan atau total 30 kilogram. Bantuan tersebut dapat disalurkan sekaligus sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Khusus di Kabupaten Alor, Bapanas bersama Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan pada 8 Agustus 2026 kepada 37.338 penerima untuk alokasi Juli-September. Setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!