Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit Doc: ANTARA
Ket. Bupati Kota Waringin Timur (Kotim) Halikinnor (dua dari kanan) berkunjung ke Posko Satgas Karhutla diterima Kalaksana BPBD Multazam (tengah) dan lainnya membahas perkembangan kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, pada Selasa (18/8/2026).

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyatakan tantangan penanganan semakin besar karena lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini banyak berada jauh dari kawasan perkotaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Sabtu (22/8), menjelaskan kondisi medan membuat mobilisasi personel maupun peralatan pemadam menjadi lebih sulit.

“Banyak obstacle atau kendala-kendala lapangan. Karena kebakaran ini tidak terjadi lagi di dekat-dekat kota,” ungkapnya.   

Ia melanjutkan, petugas terkadang harus menggunakan kendaraan roda tiga hingga berjalan kaki untuk mencapai titik kebakaran.

Persoalan lainnya adalah ketersediaan sumber air yang belum tentu berada di sekitar lokasi kejadian, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

“Kadang-kadang menggunakan roda tiga, berjalan kaki, kemudian belum tentu air di lokasi kebakaran itu ada,” ujarnya.  

Menurut Multazam, karakteristik kebakaran lahan, khususnya di kawasan gambut, juga berbeda dengan kebakaran bangunan.  

Jika kebakaran bangunan dapat ditangani dengan pengerahan air secara intensif dalam waktu relatif singkat, api pada lahan gambut dapat bertahan jauh lebih lama.

“Kalau kita bicara kebakaran bangunan 1-2 jam dengan kita gempur bersama-sama selesai. Kalau kebakaran gambut, bisa berdurasi sembilan jam di situ saja,” katanya menjelaskan.

Selain kejadian dan luasan lahan terbakar, ancaman karhutla juga tercermin dari tingginya jumlah titik panas. Akumulasi hotspot di Kotim sejak Januari hingga 20 Agustus 2026 telah mencapai 6.139 titik yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kecamatan Teluk Sampit tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 1.066 titik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pemantauan sekaligus pencegahan agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Data tersebut sekaligus memperlihatkan penanganan karhutla di Kotim membutuhkan pendekatan lebih luas, bukan hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul.

“Data tersebut menunjukkan besarnya dampak kebakaran yang membutuhkan penanganan tidak hanya melalui pemadaman, tetapi juga pencegahan dan dukungan lintas sektor,” demikian Multazam.

Berdasarkan data BPBD Kotim hingga 20 Agustus 2026, tercatat sebanyak 401 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.394 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Jumlah Anggota DPRD Kemungkinan Turun

31 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...

Hudson: Supporter Stadion Utama GBK Sangat Fanatik

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Nasional
Makna Dibalik Peristiwa di ...
Luar Negeri
Trump Klaim Iran Hampir Men...
Megapolitan
516 Angkot Bogor Masih Dibu...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.