Penertiban Tambang Ilegal Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Industri Timah Nasional
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPanglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Tanjungpandan, Belitung, Kamis, mengatakan nilai SDA pertambangan yang ditertibkan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Terhitung dari Januari sampai sekarang, kami telah berhasil mengamankan kekayaan SDA untuk semua jenis mineral tambang, pasir timah, batu bara dan mineral pertambangan yang lain di seluruh Indonesia senilai Rp10,25 triliun,” katanya.
Pada 2025, TNI AL mencatat sebanyak 343,14 ton sumber daya pertambangan senilai Rp102,94 miliar berhasil ditertibkan. Sementara pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 514,1 ton dengan nilai mencapai Rp10,25 triliun.
Denih mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi kekayaan negara yang berhasil diamankan melalui operasi TNI AL sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap kegiatan pertambangan serta penyelundupan sumber daya alam melalui laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu operasi dilakukan pada 2–13 Agustus 2026 di sejumlah lokasi di Belitung Timur dan Belitung. Dalam operasi tersebut, TNI AL mengamankan sekitar 75,7 ton pasir timah ilegal dengan estimasi nilai Rp76,04 miliar.
Denih menegaskan angka tersebut merupakan estimasi nilai barang yang diamankan, sedangkan besaran kerugian negara secara resmi akan dihitung oleh instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi.
“Kerugian negara tidak hanya dilihat dari nilai fisik barang, tetapi juga dapat mencakup penerimaan negara, royalti, perpajakan, nilai tambah ekonomi, serta dampak lingkungan dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!