Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penertiban Tambang Ilegal Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Industri Timah Nasional

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Industri Timah Nasional Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Dua pelaku PETI di lahan milik Pemerintah Kabupaten Merangin saat diamankan personel kepolisian setempat, Kamis (13/8).

Jakarta – Penertiban tambang ilegal dan penutupan jalur penyelundupan timah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dinilai menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola industri timah nasional sekaligus memperkuat kinerja PT Timah Tbk (TINS).

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan pertambangan tanpa izin (PETI) selama ini menjadi persoalan struktural yang menghambat optimalisasi industri timah nasional.

Menurut Toto, kompleksitas jaringan yang terlibat membuat penanganan PETI tidak mudah, baik bagi aparat penegak hukum maupun PT Timah sebagai perusahaan negara yang mengelola sumber daya timah.

“Persoalan PETI bukan cerita baru. Kompleksitas jaringan yang terlibat membuat aparat penegak hukum menghadapi tantangan besar, sementara PT Timah juga berada dalam posisi yang tidak mudah ketika berhadapan dengan praktik pertambangan ilegal,” kata Toto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8).

Ia menilai langkah pemerintah dalam menertibkan tambang ilegal dapat menjadi titik awal untuk membangun ekosistem pertimahan yang lebih sehat. Namun, penertiban tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar tidak hanya menghasilkan perbaikan dalam jangka pendek.

Toto mengatakan perbaikan tata kelola pertimahan juga harus diarahkan pada penguatan rantai pasok legal. Dengan demikian, sumber daya mineral dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara, masyarakat, dan daerah penghasil.

Pertambangan Rakyat

Selain penegakan hukum, Toto menilai penataan industri timah perlu memberikan ruang bagi pertambangan rakyat untuk bertransformasi dari aktivitas informal menjadi kegiatan yang legal, terawasi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mengarahkan penambang rakyat masuk ke wilayah pertambangan rakyat sesuai ketentuan serta membangun pola kemitraan yang sehat dengan perusahaan negara.

Dengan pendekatan tersebut, penertiban tidak sekadar menghentikan aktivitas ilegal, tetapi juga memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertambangan.

Toto menambahkan keberhasilan penataan industri timah tidak cukup hanya diukur dari jumlah tambang ilegal yang ditutup atau peningkatan produksi perusahaan. Dampaknya juga harus terlihat dari peningkatan penerimaan negara, legalisasi pertambangan rakyat, serta pemulihan lingkungan di wilayah bekas tambang ilegal.

“Parameter keberhasilannya harus konkret, yakni penerimaan pajak dan royalti meningkat, kegiatan pertambangan rakyat bertransformasi menjadi legal dan bermitra dengan PT Timah, serta wilayah bekas PETI dipulihkan. Jika ketiga hal itu berjalan, penertiban benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya.

Tutup 1.000 Tambang Ilegal

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8), menyampaikan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 lokasi penambangan timah ilegal di Kepulauan Bangka Belitung.

Penertiban dilakukan bersamaan dengan upaya menutup jalur penyelundupan timah. Pemerintah juga melibatkan aparat dalam penanganan praktik pertambangan tanpa izin yang selama ini dinilai menyebabkan potensi penerimaan negara tidak optimal.

TNI Angkatan Laut (AL) mencatat sebanyak 514,1 ton sumber daya alam (SDA) pertambangan senilai Rp10,25 triliun berhasil ditertibkan melalui berbagai operasi sepanjang 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.