Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yaman Kobarkan Perang Besar, Houthi Diburu di Seluruh Penjuru Negeri

📅 Selasa, 06 Okt 2026, 16:21 WIB | Oleh:
Yaman Kobarkan Perang Besar, Houthi Diburu di Seluruh Penjuru Negeri Doc: AFP

BEIRUT - Kepala Dewan Kepemimpinan Kepresidenan (PLC) Yaman Rashad al-Alimi menyatakan pada Senin (5/10) bahwa militer Yaman mulai melancarkan operasi untuk merebut kembali sejumlah wilayah yang masih berada di bawah kendali kelompok Houthi.

"Berdasarkan tanggung jawab konstitusional kami untuk melindungi kedaulatan republik dan warganya, serta merujuk pada keputusan Dewan Pertahanan Nasional setelah merampungkan segala prosedur yang diperlukan, saya hari ini mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali sisa wilayah republik ini," ujar al-Alimi dalam pidatonya kepada rakyat Yaman.

Ia menambahkan bahwa seluruh sistem pengamanan kini telah beralih dari tahap persiapan menuju "tahap pembebasan", seusai tidak ada lagi peluang untuk meredakan ketegangan.

Sementara itu, Juru Bicara Houthi Yahya Saree mengklaim bahwa pasukannya telah menggagalkan upaya militer Yaman di wilayah timur Provinsi Al-Jawf.

Ia menuturkan, banyak persenjataan yang dihancurkan atau dilumpuhkan dalam pertempuran itu, puluhan tentara pemerintah tewas maupun luka-luka, serta titik-titik konsentrasi pasukan lawan telah diserang menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).

Sebelumnya, seorang narasumber militer Yaman mengungkapkan kepada kantor berita Russia RIA Novosti bahwa kelompok Houthi membuat pergerakan yang signifikan di Provinsi Taiz serta berhasil mengambil alih kendali atas sejumlah area di Distrik Ash-Shammayatein, Jabal Habashi, Al-Mawasit, dan Al-Maafir.

Sementara itu, pasukan pemerintah terpaksa mundur dari sejumlah lokasi setelah terlibat kontak senjata sejak Minggu (4/10) hari, lanjut narasumber tersebut.

Pada Sabtu (3/10), militer Yaman mengumumkan telah melakukan 257 operasi serangan terhadap berbagai posisi, jalur pergerakan, dan fasilitas Houthi di Sanaa serta sejumlah provinsi lainnya.

Serangan masif tersebut melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan sistem peluncur roket ganda (MLRS).

Pemerintah Yaman mengklaim sekitar 700 pendukung Houthi tewas atau terluka akibat serangan tersebut, sementara 170 unit peralatan dan aset militer lainnya hancur.

Eskalasi militer di Yaman kembali memanas setelah kelompok Houthi menguasai pulau strategis Mayun yang terletak di pintu masuk Selat Bab el-Mandeb pada 10 September lalu, serta Kepulauan Hanish di Laut Merah.

Sebelumnya, kelompok tersebut juga telah merebut Distrik Mokha beserta pelabuhannya dan sejumlah wilayah lain di bagian barat Provinsi Taiz. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Luar Negeri
Presiden Swiss Bakal Mengun...

Ubah Air Payau agar Bisa Diminum Jadi Solusi Atasi Kekeringan

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ubah Air Payau agar Bisa Di...
Advertisement
ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.