Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan Konflik Ansarullah-Arab Saudi, Dolar Menguat

📅 Senin, 05 Okt 2026, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan Konflik Ansarullah-Arab Saudi, Dolar Menguat Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said.
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dollar AS pada awal pekan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Ansarullah dan Arab Saudi.

Eskalasi di kawasan Timur Tengah tersebut dikhawatirkan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia serta memperkuat permintaan terhadap aset safe haven, seperti dolar AS.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, sekaligus memperbesar volatilitas pasar keuangan domestik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (5/10) bergerak melemah 35 poin atau 0,20 persen menjadi Rp17.917 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.882 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyampaikan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi konflik antara Ansarullah Yaman dengan Arab Saudi.

"Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali seluruh wilayah negara yang dikuasai oleh kelompok tersebut," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Sebelumnya, kelompok Ansarullah di Yaman telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais, sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

Arab Saudi belum mengonfirmasi serangan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran mengenai produksi di negara pengekspor utama kawasan tersebut.

"Mereka mengklaim serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat dan merupakan tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai 50 serangan udara dan rudal yang dipimpin Saudi di Yaman dalam 12 jam terakhir," ungkap Ibrahim.

Para investor juga tengah menanti agenda ekonomi AS yang mencakup data ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir, serta data sentimen konsumen dari University of Michigan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.917 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.898 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

Kawasan GBK Mulai Riuh, Warnanya Memerah, 67.000 Tiket Ludes

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kawasan GBK Mulai Riuh, War...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.