Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 00:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura
Kemitraan Strategis
BEIJING — Singapura memperluas kerja sama di bidang teknologi nuklir dengan Tiongkok melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian Singapura dalam menilai potensi pemanfaatan energi nuklir secara aman dan teknis.
Kesepakatan itu ditandatangani Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) bersama China Atomic Energy Authority (CAEA) di Beijing, Senin (17/8).
World Nuclear News melaporkan, penandatanganan dilakukan Sekretaris Tetap MTI untuk Energi dan Perdagangan Augustin Lee bersama Wakil Ketua CAEA Liu Jing.
Acara itu disaksikan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura untuk Energi dan Industri Tan See Leng serta Ketua CAEA Shan Zhongde.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut MTI, kerja sama tersebut bertujuan membangun kapasitas Singapura agar dapat melakukan penilaian secara objektif dan teknis terhadap kemungkinan penggunaan energi nuklir.
“Nota kesepahaman ini akan memfasilitasi kemitraan pembangunan kapasitas antara Singapura dan Tiongkok,” kata MTI.
Kesepakatan Singapura-Tiongkok mencakup lima bidang utama, yakni penilaian keselamatan dan teknis teknologi reaktor nuklir, pelatihan tenaga ahli dan kunjungan ilmiah, pendidikan serta komunikasi kepada masyarakat, keselamatan dan keamanan nuklir, serta penerapan teknologi nuklir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa fokus Singapura saat ini masih pada pembangunan kapasitas dan penguasaan teknologi, bukan keputusan final untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Kerja sama dengan Tiongkok juga menjadi bagian dari upaya Singapura memperluas kemitraan internasional di bidang nuklir.
Selain Tiongkok, Singapura menjalin kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Korea Selatan.
Dengan melibatkan berbagai mitra, Singapura berupaya memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari berbagai sumber sebelum menentukan teknologi yang paling sesuai dengan kondisi negaranya.
Belum Putuskan Bangun PLTN
Langkah tersebut berkaitan dengan kajian Singapura terhadap kemungkinan pemanfaatan energi nuklir di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!