Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Susulan di Flores Diperkirakan akan Meluruh 3-4 Minggu

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Susulan di Flores Diperkirakan akan Meluruh 3-4 Minggu Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu untuk meluruh.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Rabu.

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, ia mengatakan bahwa BMKG mencatat 3.055 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 gempa dapat dirasakan masyarakat.

“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan secara waktu nyata, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.

Faisal mengatakan BMKG memiliki empat unit pelaksana teknis (UPT) di Pulau Flores, masing-masing di Labuan Bajo, Ruteng, Maumere dan Larantuka, serta dua pos di Ende dan Bajawa.

Menurut dia, salah satu kekhawatiran masyarakat pascagempa adalah kemungkinan terjadinya kembali gempa besar dalam beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan.

Faisal menjelaskan sesar naik busur belakang Flores memerlukan waktu panjang hingga puluhan tahun untuk kembali mengakumulasi energi hingga menghasilkan gempa dengan kekuatan seperti gempa utama yang terjadi saat ini.

“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu, mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya,” ungkapnya.

Selain kekhawatiran mengenai gempa besar, BMKG mencatat adanya kecemasan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir terhadap kemungkinan terjadinya tsunami.

Faisal mengatakan Indonesia melalui BMKG memiliki kemampuan memberikan peringatan dini tsunami akibat gempa dalam waktu kurang dari tiga menit sesuai dengan protokol internasional.

“Pemerintah Indonesia melalui BMKG itu mampu memberikan peringatan dini tsunami akibat gempa ini kurang dari tiga menit sesuai dengan protokol di internasional,” tuturnya.

Menurut dia, kemampuan peringatan dini tersebut perlu diikuti dengan penguatan prosedur operasi standar (SOP) dan rambu-rambu evakuasi, termasuk penentuan evakuasi vertikal maupun jalur menuju tempat yang lebih aman.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas dan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di wilayah terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Kkorban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kkorban Gempa NTT Bertambah...

Mahasiswa di Malang Tewas Ditusuk Teman Asrama, Pelaku Ditangkap

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Mahasiswa di Malang Tewas D...
Daerah
Memperkuat Upaya Mitigasi P...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.