Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aset Negara Hasil Pemulihan Korupsi Bisa Jadi Modal Pembangunan Nasional.

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 05:45 WIB | Oleh:
Aset Negara Hasil Pemulihan Korupsi Bisa Jadi Modal Pembangunan Nasional. Doc: Antara Foto
Ket. Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho.

Pengamat hukum dan pembangunan Hardjuno Wiwoho mengingatkan aset negara yang berhasil dipulihkan dari tindak pidana korupsi akan kembali menjadi modal pembangunan nasional.

Sebab, kata dia, pemulihan aset alias asset recovery pidana korupsi bukan semata persoalan menghukum pelaku kejahatan.

"Kekayaan negara yang hilang akibat korupsi, pada hakikatnya merupakan sumber daya pembangunan yang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Hardjuno dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan persoalan hukum tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan nasional.

Dengan demikian, sambung dia, kepastian hukum, pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembalian aset hasil kejahatan, harus ditempatkan dalam satu kerangka besar pembangunan.

"Di situ lah hukum bertemu dengan pembangunan dan keadilan ekonomi,” tuturnya.

Dia berpendapat salah satu persoalan Indonesia saat ini berupa pembangunan yang terlalu mudah diterjemahkan menjadi pertumbuhan angka-angka ekonomi.

Padahal, lanjutnya, konstitusi telah memberikan arah yang jelas bahwa perekonomian nasional harus diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan tujuan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun industrialisasi merupakan hal yang penting, tetapi semuanya hanya merupakan alat.

Hardjuno menekankan tujuan akhir pembangunan seharusnya berupa rakyat yang semakin produktif, memiliki aset, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mempunyai kesempatan untuk naik kelas.

"Kalau ekonomi tumbuh tetapi kekayaan semakin terkonsentrasi, kita perlu berani mengatakan ada yang harus diperbaiki dari arah pembangunan kita,” ujarnya.

Karena itu, dirinya mendorong pemerintah kembali memperkuat ekonomi kerakyatan melalui keberpihakan kepada sektor produktif, UMKM, koperasi, pertanian, industri nasional, serta penciptaan kesempatan kerja.

Dengan demikian, ia menilai ekonomi kerakyatan tidak berarti menolak investasi atau mekanisme pasar, tetapi memastikan negara memiliki keberpihakan agar manfaat pertumbuhan tidak berhenti pada kelompok yang memiliki modal besar.

Hardjuno mengatakan pengalaman negara lain, termasuk Tiongkok, menunjukkan bahwa transformasi ekonomi membutuhkan konsistensi arah dalam jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...

Tim SAR Lakukan Penyisiran Lokasi Terdampak Gempa

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Tim SAR Lakukan Penyisiran ...

Tenun Goyor Hadapi Tantangan Regenerasi Penenun

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Olahraga
Manchester United Bidik Joa...
Megapolitan
Harga Daging Sapi Melonjak!...

BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

Penyaluran Bantuan Air Bersih di Semarang

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Ekonomi
Bencana Iklim dan Krisis En...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.