Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target PLTS 100 GW Butuh Inovasi Teknologi

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 30 gigawatt GW (GW) sekaligus menghentikan operasi PLTD berbahan bakar diesel sebesar 13 GW.

Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena memperoleh sinar Matahari hampir sepanjang tahun.

Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik, terutama di wilayah terpencil.

“Tidak masuk akal jika pulau- pulau terpencil kita terus menunggu kapal pembawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien,” ujar Prabowo dalam penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN 2027 di DPR, Jumat (14/8).

Kesiapan Implementasi

Secara terpisah, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai rencana pembangunan PLTS 100 GW dan percepatan penghentian PLTD merupakan langkah progresif untuk memperkuat kemandirian energi.

Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa besarnya target belum menjamin keberhasilan program tanpa kesiapan implementasi.

Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa mengatakan pemerintah perlu menerjemahkan target tersebut ke dalam peta jalan yang jelas, termasuk target tahunan, sumber pembiayaan, serta mekanisme pengawasan.

“IESR memandang bahwa target yang ambisius ini harus segera diterjemahkan ke dalam peta jalan yang jelas, lengkap dengan target tahunan, sumber pembiayaan, serta mekanisme pengawasan pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurut IESR, pemerintah juga perlu memperkuat jaringan transmisi dan distribusi, mengembangkan sistem penyimpanan energi, serta melakukan reformasi perencanaan sistem kelistrikan nasional.

“Perlu juga percepatan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik, pengembangan sistem penyimpanan energi, reformasi perencanaan sistem kelistrikan nasional,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Target PLTS 100 GW Butuh In...
Megapolitan
Solidaritas Sosial dengan K...
Megapolitan
Kondisi Perekonomian Jakart...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.