Ratusan Mahasiswa Bertahan di UOB Plaza, Akses Bundaran HI Dibatasi Polisi
📅 Selasa, 18 Agu 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta – Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8), masih bertahan di depan UOB Plaza setelah akses menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibatasi aparat.
Hingga pukul 16.15 WIB, massa berkumpul di sekitar mobil komando dan bergantian menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara.
Sebelumnya, massa bergerak menuju Bundaran HI untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Namun, aparat kepolisian membentuk barikade di depan UOB Plaza sehingga mahasiswa belum dapat melanjutkan pergerakan menuju Bundaran HI.
UOB Plaza ditetapkan sebagai titik penyampaian aspirasi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta menjaga aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Sejumlah mahasiswa tetap bertahan sambil berorasi dan meminta akses menuju Bundaran HI dibuka. Aksi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas layanan Transjakarta karena sebagian massa berada di jalur kendaraan umum tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri telah disiagakan di kawasan Thamrin dan sekitarnya untuk mengamankan jalannya aksi. Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 9.242 personel dikerahkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Aksi tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa yang salah satunya diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Hingga berita ini diturunkan, massa masih berada di depan UOB Plaza dan aparat tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengawal jalannya aksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Imbauan Lalu Lintas
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat menghindari sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak aksi unjuk rasa, khususnya Gedung DPR/MPR RI, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, dan kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa, seperti Tugu Proklamasi, LBH Jakarta di Jalan Diponegoro, serta depan SMPN 8 di Jalan Pegangsaan Barat.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut diharapkan menyesuaikan waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif.
“Petugas kami siagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga mobilitas masyarakat,” kata Budi.
Ia menyampaikan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan.
Dishub DKI Jakarta juga menyiagakan 60 petugas untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!