Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Lanjutkan Penguatan di Tengah Pasar Cermati Sentimen Domestik dan Global

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penguatan di Tengah Pasar Cermati Sentimen Domestik dan Global Doc: ANTARA
Ket. Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/8) melanjutkan penguatan di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat domestik maupun global.

IHSG dibuka menguat 46,94 poin atau 0,73 persen ke posisi 6.448,83. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,83 poin atau 0,45 persen ke posisi 635,11.

"Apabila IHSG mampu bertahan di atas 6.377, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.454, kemudian 6.500-6.600 sebagai resistance berikutnya. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG gagal mempertahankan area 6.377, indeks berpotensi menguji level 6.324, dengan support berikutnya di 6.275-6.266,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, IHSG melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan terakhir Jumat (14/08), menguat 1,59 persen didorong oleh sentimen pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 dan Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Dalam pidatonya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 atau lebih tinggi dari target sebesar 5,4 persen pada APBN 2026, serta menargetkan realisasi investasi Rp2.322 triliun pada 2027, atau lebih tinggi dari target Rp2.041,3 triliun pada 2026.

Sementara pekan ini, pelaku pasar akan mencermati hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2026, yang akan menentukan kebijakan suku bunga acuannya dan melaporkan kondisi likuiditas hingga pertumbuhan kredit domestik.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati data utang luar negeri, data uang beredar (M2), serta data neraca pembayaran, sebagai gambaran mengenai kondisi likuiditas dan ketahanan Indonesia terhadap tekanan eksternal.

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung negatif akibat kenaikan kembali harga minyak mentah di tengah belum adanya kemajuan berarti dalam penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan Iran masih menjadi perhatian, setelah gencatan senjata 60 hari berakhir tanpa kesepakatan damai maupun rencana konkret terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kedua pihak masih berselisih mengenai persyaratan pembukaan jalur pelayaran itu, sementara AS berencana menerapkan langkah ekonomi terhadap Iran. Kondisi ini menjaga risiko gangguan pasokan energi tetap tinggi.

Di sisi lain, data inflasi AS periode Juli 2026 yang moderat ditambah data tenaga kerja AS dan penjualan ritel AS yang relatif lemah, membuat pelaku pasar menilai The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September 2026.

Probabilitas suku bunga tetap berada di sekitar 67 persen, sementara peluang kenaikan 25 basis poin (bps) turun menjadi sekitar 33 persen, dan fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada risalah the Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed Juli 2026.

“Risalah FOMC Juli akan menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan moneter berikutnya,” ujar Liza.

Bursa saham Eropa kompak melemah pada Senin (17/08), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,222 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,28 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,40 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,70 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Us Open Bakal Diwarnai Gand...
Olahraga
Cincinnati Open 2026: Swiat...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.