DPR RI Ajak Mahasiswa jadi Penggerak Kebijakan Menuju Indonesia Emas 2045
📅 Senin, 17 Agu 2026, 18:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA — Generasi muda diharapkan, tidak hanya menjadi penonton pembangunan dalam pembangunan Indonesia. Generasi muda harus memahami bagaimana kebijakan publik dibentuk, mengkritisi persoalan di sekitarnya, dan mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Pesan tersebut, disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini. Novita menilai, pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.
"Kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, menjadi faktor penting untuk memastikan kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Generasi muda memiliki peran penting melalui kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi daerah,” kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin (17/8).
Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi strategis karena berada di ruang akademik. Sekaligus, menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.
Karena itu, Novita mendorong, mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas akademik, tetapi mulai memahami bagaimana sebuah kebijakan dirumuskan. Lalu, siapa yang terdampak, serta bagaimana memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jangan hanya menjadi penikmat kebijakan. Pahami bagaimana kebijakan itu dibuat, siapa yang menentukan, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat,” ucap Novita.
Kemudian, Novita juga menekankan, pentingnya keterlibatan generasi muda dalam penguatan ekonomi daerah. Mengingat, pembangunan daerah membutuhkan generasi yang mampu membaca potensi lokal sekaligus beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan teknologi.
Kepastian hukum, kata dia, juga menjadi fondasi penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha dapat berkembang secara sehat. “Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya dari angka pertumbuhan ekonomi, kita membutuhkan manusia yang kritis, berintegritas, memahami persoalan daerah," ujar Novita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap mahasiswa Ponorogo, Jawa Timur, khususnya untuk semakin aktif membaca persoalan daerah dan menawarkan gagasan konkret. “Kampus harus menjadi tempat lahirnya gagasan, keberanian, dan solusi," kata Novita.
Diketahui, Novita menjadi narasumber dalam kuliah tamu Universitas Merdeka (UNMER) Malang Kampus PDKU Ponorogo, Sabtu (15/8). Mengangkat tema “Transformasi Kebijakan Publik, Kepastian Hukum, dan Penguatan Ekonomi Daerah dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog mahasiswa. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!