Bukan Sekadar Renovasi! Komisi X Minta Perbaikan Sekolah Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 00:11 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNamun, penyediaan perangkat digital harus diikuti peningkatan kapasitas guru, ketersediaan listrik dan konektivitas, serta pendampingan agar teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Jangan sampai perangkatnya tersedia, tetapi tidak optimal digunakan. Kita harus memastikan guru memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara pedagogis, bukan sekadar menjadikan layar digital sebagai pengganti papan tulis," katanya.
Hetifah menilai target penyelesaian renovasi seluruh sekolah pada 2029 merupakan target besar yang membutuhkan perencanaan, penganggaran, dan pengawasan kuat.
Pemerintah perlu memastikan kesinambungan program dari tahun ke tahun agar target tersebut tercapai dengan tetap menjaga kualitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Targetnya besar dan waktunya jelas. Karena itu, kita perlu memastikan perencanaan anggarannya juga konsisten, data sekolah yang menjadi sasaran akurat, proses pelaksanaannya transparan, dan kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.
"Jangan sampai mengejar jumlah tetapi mengorbankan kualitas," sambungnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemetaan kebutuhan secara akurat agar anggaran renovasi diarahkan kepada sekolah yang paling membutuhkan, terutama sekolah dengan kerusakan berat, keterbatasan sanitasi, dan fasilitas pembelajaran yang belum memadai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Hetifah, revitalisasi sekolah seharusnya dipandang sebagai pembangunan ekosistem pendidikan, bukan sekadar proyek konstruksi.
"Kita membutuhkan ruang belajar yang layak, toilet yang sehat, guru yang kompeten, perangkat pembelajaran yang memadai, konektivitas yang baik, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Semua ini harus berjalan bersama," tegasnya.
Hetifah menambahkan Komisi X DPR RI akan mengawal pelaksanaan program renovasi sekolah melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
"Komitmen Presiden harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang terukur serta dirasakan langsung oleh peserta didik, guru, dan masyarakat," katanya.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang DPR RI dan penyampaian Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Presiden menyampaikan pemerintah memprioritaskan program perbaikan sekolah dalam skala besar di samping sejumlah program lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!