Mendorong Entrepreneurship Desa untuk Memutus Rantai Kemiskinan
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiKami juga akan terus melakukan koordinasi dan konsolidasi data dengan setiap kementerian maupun lembaga terkait yang menangani masalah kesejahteraan sosial masyarakat.
Bagaimana mekanisme yang diusulkan agar data kemiskinan bisa lebih akurat dan cepat?
Jadi memang butuh dimuktahirkan semua data yang ada dengan mempertemukan antara misalnya DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos dengan Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) Bappenas, serta kementerian dan lembaga lainnya sehingga data angka kemiskinan dapat dipantau dan diperbaharui secara real-time guna mempercepat pengentasan kemiskinan.
Apa pesan utama BP Taskin kepada pemerintah desa terkait pengentasan kemiskinan?
Kami selaku BP Taskin, pesannya satu, program dana desa, Undang-undang Desa maupun program lain pada Asta Cita menekankan pada pengentasan kemiskinan, rumah bagi warga miskin, dan makan bergizi gratis.
Langkah konkret apa yang disepakati bersama pemerintah desa?
Salah satu yang disepakati yakni pembentukan satgas desa antikemiskinan.
Bagaimana peta kemiskinan di Indonesia saat ini menurut data BP Taskin?
Kemiskinan ada di desa dan kota, ada 13 juta sekian orang miskin di desa dan 11 juta sekian orang miskin di kota. Kami ingin kemiskinan di desa ada partisipasi dari organisasi perangkat desa.
Apa strategi BP Taskin untuk menciptakan lapangan ekonomi bagi masyarakat miskin?
Kami bersama pihak terkait menciptakan ekosistem bisnis dari, oleh, dan untuk orang miskin. Industrialisasi dari, oleh, dan untuk orang miskin di desa maupun di kota. Ada sembilan sektor industri, di antaranya sektor pangan, keuangan, digital, sektor industri kreatif, transportasi, kesehatan, pengolahan. Dalam hal ini, desa harus berperan.
Apa target penurunan kemiskinan yang dibebankan kepada BP Taskin?
Kami diberi target untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem, dari 0,8 persen saat ini menjadi 0,5 persen pada 2026. Dan pada 2029 kemiskinan dari 9 persen turun jadi 5 persen. Sekarang ada 25 juta lebih orang miskin dan 8 juta di antaranya tidak punya rumah layak huni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!