Masyarakat Diimbau Waspadai Kualitas Udara yang Memburuk
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim PenulisSaat ini, katanya, faktor panas yang terjadi di Kaltim akibat dominasi musim timur atau Monsun Australia yang membawa sifat udara lebih kering. Namun fase ini belum berada pada fase puncak.
“Puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober tahun ini, sehingga kemungkinan hot spot (titik panas) di bulan tersebut bisa lebih tinggi, sehingga kewaspadaan semua pihak pun harus diperkuat,” katanya.
Tingginya titik panas dalam sebelas hari terakhir yang mencapai 4.318 titik tersebut, ini berarti setiap hari ada ratusan titik. Khusus pada Selasa, 11 Agustus kemarin, terdapat 590 titik yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Rinciannya, Kota Samarinda terdeteksi 5 titik, Balikpapan (7), Bontang (3), Kabupaten Paser (54), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (37), Kutai Timur (115), Kutai Kartanegara (124), Berau (233), dan Kabupaten Mahakam Ulu terdeteksi 11 titik panas.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat mitigasi agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo tak berulang karena penyebab kebakaran diduga akibat ulah manusia.
“Karhutla Bromo merupakan persoalan yang berpotensi berulang, sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris.
Ia menekankan, pentingnya memperkuat mitigasi dan langkah pencegahan agar risiko karhutla dapat ditekan pada masa mendatang dan Pemkab Probolinggo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo.
“Kebakaran itu merupakan persoalan yang berulang sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan. Kami juga melakukan penguatan edukasi kepada masyarakat dan menerapkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan di Bromo,” ujarnya.
Total luas kawasan yang terdampak karhutla Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Selasa (11/8) mencapai sekitar 889 hektare yang tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang dan Pasuruan.
TNBTS menyebut sebanyak 2.056 wisatawan telah mengajukan refund atau pengembalian biaya pembelian tiket kunjungan Gunung Bromo pascapenutupan total imbas meluasnya karhutla. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!