Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dirut Telkom Dikabarkan Penuhi Panggilan SEC dalam Bayang-Bayang Dugaan Fraud Rp5 Triliun

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 16:53 WIB | Oleh:

Menurut Telkom, transaksi-transaksi itu dilakukan oleh manajemen sebelumnya, terutama di segmen enterprise, dan disebut telah melewati atau mengabaikan sejumlah ketentuan IFRS, kebijakan perusahaan, serta sistem pengendalian internal.

Tetapi ada satu hal yang juga penting. 

Telkom mengatakan temuan tersebut tidak diyakini menimbulkan salah saji material secara kuantitatif terhadap laporan keuangan konsolidasian untuk periode-periode sebelumnya.

Sebagian besar piutang bermasalah juga disebut telah diprovisikan sebelumnya. 

Karena itu, Telkom menilai dampak langsung terhadap arus kas perusahaan saat ini relatif terbatas.

Namun persoalannya bukan hanya soal uang. Ini menyangkut tata kelola perusahaan dan kredibilitas laporan keuangan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini sebelumnya mengakui bahwa persoalan tersebut merupakan warisan dari masa lalu.

“Ini bukan masalah baru tapi masalah lama yang terjadi 2014-2021, jadi sudah lama sekali. Kenapa sekarang dibereskan, karena baru di-highlight SEC.”

Dian juga tidak menutup kemungkinan adanya konsekuensi dari penyelidikan tersebut.

“Apa ada sanksi? Kemungkinan ada tapi tentu kita akan coba jelaskan kepada SEC.”

Telkom kemudian melakukan sejumlah perubahan. Perusahaan membentuk Direktorat Legal & Compliance, menunjuk Chief Integrity Officer, memperkuat pengendalian internal, serta melakukan berbagai langkah remediasi.

Dalam laporan resminya, Telkom bahkan menyebut bahwa mereka tidak bisa memprediksi berapa lama penyelidikan akan berlangsung maupun bagaimana hasil akhirnya.

Dan ini bagian yang paling krusial. Telkom memperingatkan bahwa kemungkinan konsekuensinya dapat mencakup denda atau penalti material, pengawasan khusus, tindakan penegakan hukum perdata maupun pidana, pembatasan bisnis, bahkan potensi delisting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.