Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Incar Saham BEI, Porsi Kepemilikan Menunggu Harga yang Pas

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danantara Incar Saham BEI, Porsi Kepemilikan Menunggu Harga yang Pas Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
Ket. Ilustrasi-Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Rencana Danantara memiliki saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan upaya memperkuat peran negara dalam ekosistem pasar modal sekaligus mengoptimalkan aset strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang.

Namun, langkah tersebut perlu disertai tata kelola yang transparan, profesional, dan berorientasi investasi agar kepemilikan saham tidak menimbulkan konflik kepentingan serta tetap menjaga kredibilitas dan independensi pasar modal.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan persentase kepemilikan atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akan mempertimbangkan valuasi BEI setelah proses demutualisasi.

Managing Director Finance PT Danantara Investment Management (DIM) Djamal Attamimi meyakini bahwa melalui masuknya Danantara akan dapat mendorong peningkatan kapitalisasi pasar modal Indonesia.

"Itu kan tentunya nanti tergantung juga dari valuasi dan persentase kepemilikannya. Tapi kita melihat objektif utamanya itu adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kapitalisasi pasar terutama dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP),” ujar Djamal diwawancarai di Gedung BEI Jakarta, Kamis (13/8).

Djamal membandingkan rasio kapitalisasi pasar modal terhadap PDB sejumlah negara lain yang lebih tinggi, dibandingkan dengan Indonesia yang berada pada kisaran 50-60 persen terhadap PDB.

"Tapi, kalau di negara-negara lain seperti di Malaysia, India, itu kapitalisasinya sudah 100-120 persen dari GDP. Jadi potensi untuk peningkatan volume tersebut masih cukup lumayan,” ujar Djamal.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia sudah menyampaikan minat untuk mempunyai kepemilikan atas saham PT BEI, yang disampaikan melalui DIM.

“Oh yang sudah menyampaikan minat itu adalah BPI Danantara, melalui DIM,” ungkap Jeffrey

Selanjutnya, Jeffrey memastikan BEI akan menjalin terus komunikasi dengan Danantara, sembari menunggu diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Demutualisasi oleh OJK.

“Jadi untuk selanjutnya, tentu komunikasi kita bangun terus ya, sambil menunggu POJK. Jadi semuanya nanti akan diatur melalui POJK,” ujar Jeffrey.

Dalam POJK Demutualisasi, ia menjelaskan tentunya juga akan mengatur kepemilikan investor di luar Anggota Bursa (AB) termasuk Danantara atas BEI.

”Oh iya itu (batas kepemilikan) nanti diatur oleh POJK,” ujar Jeffrey.

Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan saat ini pihaknya tengah dalam pembahasan bersama OJK terkait proses untuk mempunyai kepemilikan sama atas BEI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Olahraga
Tes Genetik WTA Dimulai, Pe...

Polres Situbondo Distribusikan Air Bersih ke Desa Kekurangan Air

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polres Situbondo Distribusi...

Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Setelah 1.120 Hektare Terda...
Rona
DC Peti Eskan Serial Amanda...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.