Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Amran Tegaskan SPHP Jagung Diperpanjang, Peternak Diminta Tak Khawatir

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mentan Amran Tegaskan SPHP Jagung Diperpanjang, Peternak Diminta Tak Khawatir Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) dan pejabat lainnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perunggasan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8).

Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung diperpanjang untuk membantu peternak lokal menjaga biaya pakan serta keberlanjutan usaha perunggasan nasional.

Menurut Amran, kebijakan tersebut penting karena jagung merupakan salah satu bahan baku utama pakan unggas. Kepastian pasokan jagung dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga biaya produksi peternak.

"Menambah dan memperpanjang SPHP jagung, nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi," kata Amran, yang juga menjabat Menteri Pertanian, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (11/8).

Dia menegaskan hal itu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perunggasan di Surabaya, Jawa Timur. Amran pun meminta Perum Bulog sebagai operator distribusi agar memperpanjang penyaluran SPHP jagung.

Bapanas mencatat total alokasi program SPHP jagung pakan yang digulirkan sejak Mei 2026 sebanyak 242 ribu ton yang merupakan hasil penyerapan panen petani jagung dalam negeri dengan harga penyerapan yang baik untuk mendukung peternak unggas.

Adapun realisasi hingga saat ini mencapai 46,55 persen atau sekitar 118 ribu ton. Program SPHP jagung digulirkan untuk membantu lebih dari 5 ribu peternak di 26 provinsi yang merupakan peternak skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi mencapai 53 juta ekor unggas.

Untuk harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Amran menegaskan pemerintah mengambil sikap tegas untuk menjaga keseimbangan antara harga input produksi dan harga hasil produksi peternak.

"Tolong jangan ada harga pakan naik. Saya minta, saya perintah ini, enggak lagi minta tawar-menawar," tegas Amran.

Pemerintah tidak ingin peternak semakin tertekan karena kenaikan biaya produksi ketika harga telur belum memberikan tingkat pengembalian yang memadai.

Kalangan peternak rakyat menyambut positif keputusan pemerintah dalam merespons tekanan yang dihadapi industri perunggasan nasional.

Sejumlah langkah konkret yang disepakati dalam rapat tersebut dinilai memberikan harapan bagi keberlanjutan usaha peternak, terutama di tengah tekanan harga pakan dan kondisi kelebihan pasokan telur.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Suwardi mengatakan peternak merasa puas dengan keputusan pemerintah yang dihasilkan dalam rakor tersebut.

Menurutnya, keputusan itu menunjukkan pemerintah mendengar dan merespons langsung persoalan yang dihadapi peternak di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Daerah
Ada Apa Tiba-tiba Kantor Di...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.