Kemensos Petakan Stimulus Ekonomi Antisipasi El Nino
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim PenulisDitemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Mensesneg Prasteyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan karhutla dilakukan semaksimal mungkin di tengah peningkatan potensi kebakaran akibat fenomena El Nino.
“Sebagaimana kemarin juga kami sampaikan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, oleh teman-teman Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi, maupun contoh misalnya di Bromo oleh Balai Taman Nasional, kita dukung penuh,” kata Menseneg.
Ditanya lebih lanjut mengenai potensi penggantian pejabat Polri dan TNI yang gagal melakukan pengendalian karhutla, Menseneg mengatakan belum ada rencana terkait hal itu dan menegaskan bahwa fokus utama saat ini masih dalam upaya pemadaman.
Hal itu sebelumnya disampaikan oleh Menko Polkam Djamari Chaniago dalam konferensi pers pada Senin (10/7) mengenai kebijakan penggantian Kapolda hingga Pangdam yang gagal menangani karhutla. “Kita belum sampai ke arah ke sana, yang penting kita konsentrasi dulu secepatnya untuk itu bisa diatasi,” tutur Prasetyo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya itu, dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa kepada seluruh tim yang saat ini masih berjibaku untuk memadamkan api di sejumlah lokasi.
Prasetyo juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan yang dapat menciptakan potensi terjadinya karhutla, terutama ketika El Nino menciptakan kondisi kering yang meningkatkan api lebih mudah menyebar.
“Karena memang kali ini El Nino-nya cukup kuat dan cuaca cukup kering. Termasuk OMC, Operasi Modifikasi Cuaca, desainnya semua kita persiapkan, tetapi secara teknis penjelasan dari Kepala BMKG tidak selalu bisa didapati kondisi yang awannya memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca itu menghasilkan hujan,” jelas Prasteyo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya menangani karhutla seluas 107.000 hektare yang terbagi di sejumlah wilayah. Fokus secara khusus diberikan kepada daerah yang masuk kategori rawan yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Riau. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!