Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Sudut Pandang Baru Agar Industri Tekstil Terus Bertahan dari Dinamika Ketidakpastian Global

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Perlu Sudut Pandang Baru Agar Industri Tekstil Terus Bertahan dari Dinamika Ketidakpastian Global Doc: istimewa
Ket. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Djaka Kusmartata (kanan) menerima hasil penilaian dari Ketua Sidang Promosi Doktor, Prof Dr, Yolanda Masnita Siagian, MM, CRR,CMA, CPM (Asia) dengan hasil “Sangat Memuaskan”.

JAKARTA- Di tengah tekanan terhadap industri manufaktur khususnya tekstil dan produk tekstil, maka diperlukan kajian dari sudut pandang yang baru. Hal itu perlu agar industri tekstil terus bertahan di dalam dinamika ketidakpastian global.

Sebab, dinamika ketidakpastian itu apabila bisa dioptimalkan dengan pendekatan Tawhidi String Relation (TSR) justru akan mengambil ceruk pasar bahkan bisa leading dengan ketentuan harus bersinergi dengan semua pihak, mulai dari kehadiran Pemerintah,perbaikan regulasi, pelayanan yang lebih baik dan penguatan serta fasilitasi dan pengawasan.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Djaka Kusmartata, seusai meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Ekonomi, Konsentrasi Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Keuangan dan Syariah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti Jakarta, pada Jumat (11/7).

“Industri bisa memanfaatkan fasilitas, banyak alternatif kebijakan juga bisa diperbaiki, semua bisa melakukan reformasi regulasi, kemudahan simplifikasi dalam pelayanan seperti yang diharapkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam negosiasi tarif dengan delegasi Indonesia,” jelas Djaka.

Dalam promosi Doktornya, Djaka mempertahankan Disertasi yang menggabungkan pendekatan ekonomi syariah dengan teori perdagangan internasional modern. Melalui, Disertasi berjudul “Integrasi Tawhidi String Relation dengan Gravity Model of Trade dalam Analisis Determinan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia: Strategi Optimalisasi Kapasitas Produksi (2014–2023),” dia menawarkan pendekatan baru untuk memperkuat daya saing industri tekstil nasional di pasar global.

“Model ini tidak hanya menekankan efisiensi ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan nilai spiritual dan keseimbangan sosial dalam proses produksi dan perdagangan,” papar Djaka dalam pemaparannya di hadapan tim penguji.

Melalui integrasi antara Tawhidi String Relation (TSR) dan Gravity Model of Trade, penelitian Djaka memberikan kerangka analisis yang lebih holistik terhadap kebijakan ekspor, khususnya pada sektor tekstil dan produk tekstil sebagai komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Apabila prinsip TSR dapat diterapkan secara kolektif, mulai dari regulasi, pelayanan, fasilitasi, hingga pengawasan, maka daya saing industri nasional akan meningkat signifikan.

Ia juga berharap disertasinya bisa dijadikan rujukan dalam perumusan kebijakan ekspor dan pembinaan industri nasional secara struktural.

“Kalau semua pihak bekerja sama, maka industri bisa dibimbing, dilatih, dan distandarisasi. Dengan begitu, kita siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Promosi doktor Djaka didampingi oleh promotor utama, Prof. Dr. Tatik Mariyanti, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. Haryono Umar, M.Sc., Ak., CA., CPAM., yang memberikan arahan akademik selama proses penyusunan disertasi.

Keberhasilan Djaka juga menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, yang terus mendorong riset berbasis ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan. Lembaga Indonesian Economics & Finance (IEF) pun disebut sebagai mitra penting dalam pengembangan kajian ekonomi strategis.

Disertasi Djaka diharapkan menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan ekspor serta pengembangan industri tekstil nasional di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.