Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelatihan Jemput Bola, Strategi Pemprov Jakarta Tekan Pengangguran dan Buka Peluang Usaha dari Akar Rumput

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 17:39 WIB | Oleh:

Ia mengetahui program ini dari Ketua RT yang membagikan informasi lewat grup WhatsApp, jalur diseminasi yang menunjukkan bagaimana MTU menembus lapisan masyarakat lewat jaringan RT-RW, bukan sekadar pengumuman formal di kantor pemerintahan.

Pola ini yang membuat program jemput bola lebih mudah menjangkau warga yang selama ini tidak sempat atau tidak tahu cara mengakses pelatihan kerja konvensional.

Program di Pasar Rebo adalah satu keping kecil dari gambar yang lebih besar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta turun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026, dan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat penurunan lanjutan menjadi 5,79 persen pada Mei 2026.

Pramono mengaitkan tren ini dengan sejumlah program pemerintah provinsi, termasuk pembukaan 2.843 lowongan kerja lewat program padat karya, magang bagi 1.000 lulusan SMA yang melibatkan 107 perusahaan, serta pelatihan MTU yang sepanjang semester pertama 2026 sudah menjangkau 2.731 peserta di berbagai wilayah Jakarta.

Artinya, pelatihan di halaman Kantor Kecamatan Pasar Rebo bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari mesin yang sama yang menggerakkan angka-angka ketenagakerjaan kota.

Rekam jejak PPKD Jakarta Timur memperkuat gambaran itu. Sepanjang 2025, unit ini melatih 2.000 warga dari total 9.166 pendaftar, dengan 98,86 persen di antaranya dinyatakan lulus kompeten dan berhak atas sertifikat BNSP.

Kolaborasi dengan 45 perusahaan dari dunia usaha dan industri menghasilkan 106 kali proses rekrutmen sepanjang tahun, yang berhasil menyerap 1.431 lulusan pelatihan ke dunia kerja. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sertifikat yang akan diterima peserta Pasar Rebo bukan formalitas administratif, melainkan tiket yang sudah terbukti membuka pintu kerja bagi ribuan orang sebelumnya.

Pelatihan ini juga menyasar problem yang lebih mendasar dari sekadar keterampilan teknis, yaitu kesenjangan akses. Warga yang tinggal jauh dari pusat pelatihan kerja, punya keterbatasan waktu, atau tidak familier dengan sistem pendaftaran daring, kerap tertinggal dari program serupa yang mengharuskan mereka datang sendiri ke lokasi tetap.

Dengan mendatangkan unit pelatihan ke kecamatan, PPKD Jakarta Timur memangkas hambatan itu langsung di titik masalahnya.

Uji kompetensi pada 18 Agustus akan menjadi penentu berapa dari 20 peserta ini yang benar-benar mengantongi status kompeten bersertifikat BNSP, sebelum mereka melangkah ke tahap berikutnya: melamar kerja, atau seperti yang dicita-citakan Anisa, membuka kedai kopi sendiri. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Laga Penuh Kejutan, Bayern ...

Kabar Terbaru, Ayu Ting Ting Rencanakan Album Baru di 2027

31 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Rona
Kabar Terbaru, Ayu Ting Tin...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.