Khofifah Minta Warga Malang Tak Borong BBM, Pasokan Disebut Aman.
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 04:18 WIB | Oleh: Yebdi TrismarGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat di Kota Malang tak melakukan panic buying pembelian bahan bakar minyak (BBM) karena pasokan dalam kondisi aman.
Khofifah seusai membagikan kupon BBM gratis kepada para pengemudi ojek daring di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, mengatakan, suplai BBM dari Pertamina untuk wilayah setempat telah melebihi kuota harian.
"Sebetulnya SPBU di sini ini suplainya sudah melebihi kuota yang dicatatkan. Hindari panic buying," kata Khofifah.
Pihaknya memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memantau perkembangan ketersediaan BBM di Kota Malang maupun daerah lain di wilayah aglomerasi Malang Raya.
Langkah yang diambil guna memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengakses kebutuhan bahan bakar.
"Intinya adalah yang memang membutuhkan solar jangan sampai tidak terpenuhi, yang membutuhkan pertalite jangan sampai tidak terpenuhi," ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, ketika ditemukan adanya antrean di SPBU di Kota Malang maka dirinya memastikan Pertamina akan mengambil langkah konkret meninjau kembali pola distribusi BBM, terlebih wilayah setempat memiliki tingkat aktivitas kendaraan bermotor yang padat lantaran menjadi daerah wisata sekaligus pendidikan di Jawa Timur.
"Jadi kalau ada kebutuhan yang pada saat tertentu ternyata memang harus dipenuhi dengan suplai melebihi kapasitas harian harus dikomunikasikan secara detail," ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya memastikan tetap berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah adanya perbuatan curang dari pihak tak bertanggung jawab yang menyebabkan kelangkahan BBM.
Sementara itu, Sales Area Manager Ritel Pertamina Malang Angga Y Putra, mengemukakan, pasokan BBM untuk Kota Malang telah ditingkatkan dari semula 340 kiloliter (KL) menjadi 407 kiloliter (KL) per hari karena adanya peningkatan permintaan BBM.
"Kebutuhan paling tinggi ada di Kota Malang. Ditingkatkannya sekitar 120 persen dari kebutuhan yang tersedia,"ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!