Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Boom AI Jadi Mesin Ekonomi Global, IMF Peringatkan Ancaman Jika Investasi Anjlok

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Boom AI Jadi Mesin Ekonomi Global, IMF Peringatkan Ancaman Jika Investasi Anjlok Doc: AFP
Ket. Kepala IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa perlambatan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) “akan dirasakan di seluruh dunia.”

Bangkok – Lonjakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi global. Namun, para pakar dan pembuat kebijakan pada pekan ini memperingatkan bahwa investasi di sektor tersebut juga dapat menimbulkan risiko ekonomi jika mengalami perlambatan.

Peringatan itu disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok.

Dalam laporan yang dirilis pada Selasa, IMF menyatakan bahwa belanja untuk pusat data dan cip mikro telah mendorong perkembangan AI, yang turut membantu meredam guncangan ekonomi akibat kenaikan harga energi global yang dipicu perang di Timur Tengah.

Kepala ekonom IMF Silvana Tenreyro pada pekan ini mencatat bahwa perdagangan global meningkat 8,3 persen sepanjang 2023 hingga 2025. Menurut dia, angka tersebut kemungkinan hanya mencapai sekitar 4,6 persen jika tidak didorong oleh produk-produk terkait AI.

"AI ada di mana-mana dalam perekonomian global," kata Gubernur Bank Sentral Kanada Tiff Macklem pada Jumat.

"Anda melihatnya dalam produk domestik bruto (PDB). Anda melihatnya di pasar saham. Anda melihatnya di pasar obligasi... Jadi, teknologi ini sudah hadir, dan ini baru permulaan."

Namun, sejumlah pejabat tinggi yang berkumpul di Bangkok pada pekan ini mengingatkan agar perekonomian tidak terlalu bergantung pada investasi AI.

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyebut AI sebagai "perubahan paling signifikan" terhadap perekonomian global sepanjang hidupnya dan mengatakan teknologi tersebut memberikan "manfaat yang sangat besar". Meski demikian, ia memperingatkan bahwa perjalanan ke depan akan penuh gejolak.

"Perjalanan dari kondisi kita saat ini menuju ke sana kemungkinan akan sangat berliku, baik dalam memahami teknologi tersebut maupun karena kita benar-benar belum mengetahui seperti apa struktur pasar dari teknologi-teknologi baru ini," ujarnya.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva juga menyoroti kontribusi lonjakan AI terhadap pertumbuhan global. Namun, kepada AFP, ia mengatakan perlambatan apa pun di industri tersebut "akan dirasakan di seluruh dunia".

"Jika kepercayaan hilang dan dana ditarik dari AI, hal itu dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan," kata Georgieva.

Laporan IMF yang dirilis pada pekan ini memperkirakan penurunan investasi AI dapat mengurangi produk domestik bruto (PDB) global sebesar 0,4 persen pada 2028.

"Investasi dan profitabilitas AI yang lebih lemah atau tidak bertahan lama dapat menjadi guncangan yang memicu koreksi pasar," demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

Perang dan Regulasi

Meskipun investasi dan perdagangan terkait AI telah membantu mengurangi dampak ekonomi global akibat perang di Timur Tengah, para ekonom di Moody's Analytics memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat "memukul" lonjakan investasi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Belajar dari Daerah Lain, J...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.