Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GEMILANG Sumenep, Program untuk Tingkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 04:44 WIB | Oleh:
GEMILANG Sumenep, Program untuk Tingkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru  Doc: Antara Foto
Ket. Pelatihan peningkatan kompetensi guru di Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur terus mengupayakan peningkatan kompetensi guru di berbagai lembaga pendidikan di kepulauan Sumenep melalui program 'Gemilang/ Gerakan Meningkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru'.

Program yang dicanangkan dari hasil kerja sama antara pemkab dengan sejumlah perguruan tinggi dan didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan Kangean Energy Indonesia Ltd (SKK Migas - KEI) ini juga dimaksudkan agar kompetensi guru bisa dilakukan dengan memanfaatkan kondisi dan potensi di kepulauan.

"Melalui program Gemilang ini, diharapkan peningkatan kompetensi guru dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, sesuai dengan kebutuhan peserta didik di wilayah kepulauan," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Sumenep, Sabtu.

Ia menjelaskan, kebutuhan materi pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain berbeda, sehingga sehingga untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal juga perlu dilakukan.

Menurut dia, program 'Gemilang' yang dicanangkan Pemkab Sumenep bersama sejumlah Perguruan Tinggi dan pelaku usaha diharapkan bisa memberikan warna baru di dunia pendidikan, khususnya yang berbasis potensi lokal.

"Untuk sementara program ini baru dilaksanakan di Pulau Kangean, dan selanjutnya di kepulauan lain yang ada di Sumenep ini," katanya.

Program 'Gemilang' bagi guru di kepulauan Sumenep ini diarahkan pada penguatan kompetensi guru dalam digitalisasi pembelajaran dengan memanfaatkan kondisi dan potensi lingkungan kepulauan sebagai sumber belajar.

Para guru dibekali tentang pentingnya menyampaikan materi pelajaran secara digital, hingga penyusunan bahan ajar berbasis etnopedagogi.

Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di kepulauan.

"Harapannya, guru dapat menerapkan explaining building the context, sehingga memberikan pemahaman sesuai dengan konteksnya," kata anggota tim Gemilang dari Universitas PGRI Sumenep Syaiful Bahri.

Setelah menyusun bahan ajar, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan pembelajaran dalam bentuk modul ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), termasuk penyusunan asesmen.

Menurut Syaiful, materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan guru di wilayah kepulauan, terutama untuk memperkuat pengetahuan dasar dalam menerapkan digitalisasi pembelajaran.

Melalui program Gemilang ini, peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di wilayah kepulauan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Tragedi Mengenaskan, 10 Wis...
Olahraga
Laga Penuh Kejutan, Bayern ...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.