Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Simbol Masyarakat Neolitikum yang Rumit

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 07:24 WIB | Oleh:
Jejak Simbol Masyarakat Neolitikum yang Rumit Doc: Kredit: Yorgos Facorellis / Wikimedia Commons
Ket. Contoh ukiran tanda pada tablet Dispilio (a) dibandingkan dengan tanda Linear A (b) dan tanda yang ditemukan pada tablet tanah liat Paleo-Eropa (c).

SELAMA berdekade-dekade, buku sejarah mencatat Mesopotamia sebagai tempat lahirnya peradaban tertulis. Namun, jauh sebelum sistem tulisan paku (cuneiform) berkembang di kawasan Lembah Sungai Tigris dan Eufrat sekitar 3.400–3.300 SM, masyarakat Neolitikum di Eropa Tenggara ternyata telah mengembangkan tradisi simbol yang sangat kompleks.

Penemuan berbagai artefak prasejarah di kawasan Balkan dan Yunani membuka perspektif baru mengenai evolusi kognitif manusia. Keberadaan penanda visual untuk merekam informasi ternyata telah berlangsung jauh lebih awal dari yang diyakini sebelumnya.

Salah satu bukti fisik paling fenomenal adalah Tablet Dispilio, sebuah kepingan kayu berukir yang ditemukan di tepi Danau Kastoria, Yunani utara. Melalui metode penanggalan karbon murni dan analisis lingkar pohon, tablet ini diketahui berasal dari sekitar 5.260 SM—menempatkannya lebih dari dua milenium sebelum munculnya tulisan paku di Sumeria.

Selain Dispilio, peradaban Neolitikum di sepanjang Lembah Sungai Danube juga meninggalkan ribuan pecahan keramik, figurin tanah liat, dan segel yang dihiasi guratan unik. Koleksi tanda ini dikenal luas sebagai simbol Vinča. Di Rumania, perdebatan serupa dipicu oleh penemuan tiga keping Tablet Tărtăria yang juga memuat susunan simbol geometris misterius.

Bukan Sekadar Coretan Dekoratif

Guratan-guratan yang ditemukan pada artefak Dispilio maupun kebudayaan Vinča memperlihatkan tingkat keteraturan yang tinggi. Tanda berupa garis melintang, silang, sudut, serta bentuk berulang lainnya muncul konsisten di lokasi permukiman yang terpisah jarak ribuan kilometer.

Pola berulang ini mengindikasikan bahwa masyarakat Neolitikum Eropa tidak sekadar membuat ukiran estetis atau hiasan tanpa makna. Mereka diperkirakan telah menggunakan bahasa simbolik yang disepakati bersama.

Dalam struktur masyarakat yang mulai menetap, bertani, dan memelihara ternak, kebutuhan komunikasi menjadi jauh lebih rumit. Simbol-simbol tersebut diduga kuat berfungsi untuk menandai kepemilikan aset, mencatat jumlah hasil panen, mengidentifikasi kelompok sosial, hingga memfasilitasi ritual keagamaan.

Meskipun teratur dan berusia sangat tua, para arkeolog dan ahli epigrafi sangat berhati-hati untuk tidak menyebut temuan Eropa ini sebagai “tulisan tertua di dunia”. Dalam terminologi linguistik, tanda-tanda tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai proto-tulisan atau sistem notasi visual.

Temuan ini menegaskan bahwa lahirnya peradaban tertulis bukanlah proses satu arah yang hanya terjadi di ­Mesopotamia. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Visi Daerah, Desa Menjadi A...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.