Kebocoran Data di ASEAN Capai US$4,12 Juta, Serangan Berbasis AI Kian Mengancam
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 23:43 WIB | Oleh: Haryo BronoKesenjangan tersebut menjadi semakin penting ketika organisasi mulai mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi komputasi, termasuk potensi ancaman yang ditimbulkan oleh teknologi kuantum terhadap sistem kriptografi yang digunakan saat ini.
IBM juga menemukan bahwa sejumlah langkah keamanan dapat membantu menekan biaya akibat kebocoran data. Organisasi yang menerapkan pengujian keamanan berbasis simulasi serangan, orkestrasi dan otomatisasi keamanan, serta pengelolaan siklus hidup kunci enkripsi mencatat penurunan biaya kebocoran data yang cukup signifikan.
AI Menjadi Alat Serangan Sekaligus Pertahanan
Perkembangan AI menciptakan situasi baru dalam keamanan siber. Teknologi yang sama dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan serangan sekaligus membantu organisasi mendeteksi dan merespons ancaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Studi IBM memperlihatkan bahwa organisasi yang telah mengintegrasikan AI ke dalam operasi keamanan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengidentifikasi dan menangani insiden.
Di sisi lain, meningkatnya kemampuan model AI frontier membuat organisasi perlu memperkirakan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan oleh pelaku serangan di masa depan.
Laporan Cost of a Data Breach 2026 disusun oleh Ponemon Institute dan disponsori serta dianalisis oleh IBM. Untuk kawasan ASEAN, penelitian mencakup data dari 26 organisasi yang dikaji pada periode Maret 2025 hingga Februari 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian lanjutan dilakukan pada Mei 2026. Dari 602 organisasi yang menjadi bagian dari riset Cost of a Data Breach, sebanyak 456 organisasi memberikan tanggapan. Dari jumlah tersebut, 78 persen atau 356 organisasi menyatakan mengetahui laporan terbaru mengenai model frontier AI yang sangat canggih.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebocoran data di ASEAN kini berkembang seiring dengan transformasi teknologi. Ketika AI semakin mudah dimanfaatkan oleh pelaku serangan, organisasi dituntut tidak hanya memperkuat sistem pertahanan, tetapi juga mempercepat kemampuan mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari insiden keamanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!