Safari HIV dan IMS Digelar di 6 Kabupaten Kota, Ini Langkah Dinkes Gorontalo.
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan safari program HIV dan infeksi menular seksual (IMS) di enam kabupaten/kota.
"Safari ini dilakukan sejak Mei sampai awal September 2026," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Erni Nuraini Mansur di Kota Gorontalo, Rabu.
Safari menyasar petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan serta persoalan masing-masing daerah.
Antusiasme tinggi ditunjukkan para pengelola program HIV, petugas kesehatan ibu dan anak (KIA), bidan koordinator, serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan HIV dan IMS.
Safari diawali di Kabupaten Gorontalo Utara pada Mei 2026, melibatkan 45 peserta dari pengelola program HIV dan petugas KIA.
Salah satu agenda utama adalah pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA).
Pada bulan yang sama, kegiatan berlanjut di Kabupaten Gorontalo, menghadirkan 50 peserta dari unsur pengelola HIV dan KIA.
Pembahasan mencakup pemanfaatan PrEP (pre-exposure prophylaxis) sebagai salah satu metode pencegahan HIV.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Kota Gorontalo melalui dukungan Global Fund komponen AIDS.
Agenda diarahkan pada proses re-input pasien dengan hasil tes HIV negatif ke dalam layanan PrEP.
Seluruh pengelola program HIV se-Kota Gorontalo dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Di Kabupaten Pohuwato, sebanyak 16 pengelola program HIV membahas pemanfaatan menu Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), untuk mendukung deteksi dini dan tata laksana orang dengan HIV (ODHIV).
Sementara di Kabupaten Bone Bolango, peserta terdiri dari pengelola program HIV dan bidan koordinator.
Keterlibatan bidan menjadi penting karena pembahasan turut mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan anak, khususnya di tengah meningkatnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!