Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AUFA Rilis Single Adakalanya, Bawa Sentuhan Disko dan Synth-Pop

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 14:50 WIB | Oleh:
AUFA Rilis Single Adakalanya, Bawa Sentuhan Disko dan Synth-Pop Doc: Istimewa
Ket. Setelah hampir dua tahun tanpa merilis karya baru, AUFA kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul “Adakalanya”. Lagu tersebut dirilis pada 12 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors dan menjadi gerbang menuju EP terbaru yang tengah dipersiapkan.

JAKARTA - Setelah hampir dua tahun tanpa merilis karya baru, AUFA kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul “Adakalanya”. Lagu tersebut dirilis pada 12 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors dan menjadi gerbang menuju EP terbaru yang tengah dipersiapkan.

Kehadiran “Adakalanya” sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan musikal AUFA setelah sebelumnya memperkenalkan identitasnya melalui album debut Brand New Age pada 2024. Dalam karya-karyanya, AUFA dikenal memadukan karakter synth-pop dan new wave dengan lirik introspektif yang banyak mengangkat pergulatan batin, harapan, serta pencarian makna dalam kehidupan.

Masa jeda dari aktivitas perilisan musik ternyata tidak membuat AUFA berhenti bereksplorasi. Periode tersebut justru dimanfaatkan untuk menyerap berbagai pengalaman hidup sekaligus menemukan lanskap musikal baru yang kemudian memengaruhi karya terbarunya.

Ketertarikan AUFA terhadap musik disko selama masa tersebut menjadi salah satu elemen yang kemudian masuk ke dalam “Adakalanya”. Nuansa tersebut berpadu dengan atmosfer synth-pop dan new wave yang telah menjadi karakter musikalnya sejak awal.

Secara musikal, “Adakalanya” menghadirkan ritme yang lebih dinamis dengan sentuhan disko, tetapi tetap mempertahankan atmosfer khas AUFA. Di balik denyut musik yang bergerak, lagu tersebut menyimpan keresahan yang perlahan muncul melalui lapisan bunyi dan lirik yang reflektif.

Lagu ini berangkat dari pengalaman personal AUFA ketika menghadapi fase kehidupan yang dipenuhi kesendirian dan tekanan. Jarak dengan keluarga, hubungan jarak jauh bersama pasangan, serta tuntutan pekerjaan yang terus berdatangan membuatnya menghadapi periode yang terasa penuh kegelapan.

Namun, pengalaman tersebut tidak kemudian dituangkan sebagai bentuk ratapan. “Adakalanya” justru berkembang menjadi refleksi tentang ketahanan dan keyakinan bahwa selama seseorang terus melangkah serta memilih untuk bertahan, harapan akan menemukan jalannya pada waktu yang tepat.

Meski berasal dari pengalaman yang sangat personal, pesan dalam “Adakalanya” dibuat cukup universal untuk menjangkau pendengar yang pernah merasa kehilangan arah. Ketidakpastian hidup, tekanan ekonomi, polarisasi sosial, hingga berbagai kecemasan sehari-hari menjadi situasi yang membuat pesan tentang bertahan dan menjaga harapan terasa semakin relevan.

Melalui lagu ini, AUFA ingin menyampaikan bahwa terang tidak selalu harus dicari dengan terburu-buru. Terkadang, harapan dapat hadir dengan sendirinya selama seseorang tidak berhenti melangkah dan tetap memilih untuk bertahan menghadapi keadaan.

“Adakalanya” juga menjadi penanda evolusi musikal AUFA tanpa meninggalkan benang merah yang selama ini melekat dalam karya-karyanya. Musik tetap menjadi ruang bagi AUFA untuk berdamai dengan luka, merawat harapan, sekaligus menemukan cahaya di tengah berbagai fase kehidupan.

Single terbaru AUFA tersebut telah tersedia di berbagai platform musik digital. Pendengar dapat menikmati “Adakalanya” melalui Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik.

AUFA merupakan proyek solo yang dibangun oleh Aufa Kantadiredja, seorang penyanyi, penulis lagu, komposer, arranger, produser, sekaligus session keyboardist. Ia telah dipercaya mengiringi berbagai nama besar di industri musik Indonesia dan memiliki pengalaman panjang sebagai musisi pendukung di berbagai panggung.

Meski telah memiliki kesempatan tampil bersama sejumlah musisi legendaris, Aufa memilih membangun perjalanan solonya dari awal. Keputusan tersebut didorong oleh keinginan menghadirkan karya yang lebih personal sekaligus membangun identitas musik atas namanya sendiri.

Bagi AUFA, menjadi session musician merupakan sebuah kehormatan dan pengalaman penting dalam perjalanan kariernya. Namun, proyek solo memberikan ruang yang berbeda karena ia dapat mengekspresikan cerita, emosi, dan sudut pandangnya melalui karya yang diciptakannya sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Luar Negeri
Polandia Pulangkan Paksa 18...

Krisis Kemanusiaan Sudan Masuk Fase Paling Kritis

48 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Krisis Kemanusiaan Sudan Ma...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.