Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Silek dan Cara Lain Mendengarkan Komposisi Musik.

📅 Senin, 28 Sep 2026, 08:45 WIB | Oleh:
Tradisi Silek dan Cara Lain Mendengarkan Komposisi Musik. Doc: ist
Ket. Pertarungan Pisau dan Tangan Kosong

Di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, malam itu penonton tidak duduk seperti lazimnya menyaksikan pertunjukan musik.

Di tengah panggung terdapat matras pencak silat berukuran sekitar 4 × 4,5 meter. Penonton duduk bersila mengelilingi arena dalam dua-tiga baris di setiap sisi. Barisan terdepan berjarak hanya beberapa sentimeter dari arena.

Di setiap sudut matras terdapat mikrofon dengan tiang pendek, ditempatkan rendah dan diarahkan ke permukaan matras.

Panggung digelapkan. Cahaya hanya jatuh dari atas, menerangi arena.

Tiga orang yang akan menjadi pusat pertunjukan mula-mula duduk di antara penonton barisan depan. Ketika pertunjukan dimulai, mereka masuk ke arena, menyalami beberapa penonton terdekat, lalu mengambil posisi kuda-kuda dan berhadapan.

20260928083648_Tradisi-Silek_3.jpg

Gerakan tubuh mulai berlangsung. Ada serangan dan tangkisan, tangkapan, kuncian, jatuhan dan lompatan. Tubuh menghantam matras. Kaki menghentak. Kain bergesekan. Tangan menepuk tubuh. Napas para pesilat mulai memburu.

Sesekali tubuh seorang pesilat terhempas hanya beberapa sentimeter dari penonton.

Silek di Tengah Musik

Yang sedang disaksikan penonton tampaknya adalah silek. Silek adalah istilah dalam tradisi Minangkabau untuk seni bela diri yang secara umum dikenal sebagai silat. Pencak silat sebagai tradisi Nusantara sendiri telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2019.

Rabu (23/9/2026) malam itu, silek hadir dalam panggung komposisi musik. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari Pekan Komponis Indonesia (PKIna) 2026, yang berlangsung pada 23–27 September di Taman Ismail Marzuki.

Tiga orang di arena itu adalah M. Hario Efenur, atau yang akrab dipanggil Uncu, Emri, dan Hamdan Tawil atau Da At. Pertunjukan sekitar 45 menit itu berlangsung dalam tiga pertemuan: Emri dengan Da At, Emri dengan Uncu, kemudian Da At dengan Uncu.

Emri adalah seniman tari yang juga mengajar di ISI Padangpanjang, sedangkan Da At merupakan alumni ISI Padangpanjang dan pembuat alat-alat musik tradisional Minangkabau. Keduanya telah menekuni tradisi silek sejak lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Samsat Keliling Buka di 14 ...
Nasional
Pendaftaran Mitra Penyeleng...
Ekonomi
Peluang Kerja Kaum Disabili...
Advertisement
Mengejutkan, Yunani Cetak Sejarah dengan Permalukan Jerman 1-0

Mengejutkan, Yunani Cetak Sejarah dengan Permalukan Jerman 1-0

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.