Asian Games 2026: Bocah 11 Tahun asal Jepang Raih Emas, Kursi Tribun Kosong Jadi Sorotan
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNAGOYA – Yuki Kurihara, bocah Jepang berusia 11 tahun, mencuri perhatian pada Asian Games Aichi-Nagoya. Siswa sekolah dasar yang mengaku gemar menyantap belut itu meraih medali emas setelah tampil gemilang dalam cabang eSports pada Sabtu (26/9).
Kurihara, yang diyakini sebagai peserta termuda di Asian Games kali ini, merebut emas nomor Puyo Puyo Champions setelah mengalahkan lawannya dengan skor telak 10-2 pada partai final.
Sempat tertinggal 0-1 pada awal pertandingan, Kurihara kemudian bangkit dan menyapu bersih sembilan gim berikutnya.
“Sejujurnya, saya merasa sedikit malu sehingga tidak bisa terlalu menunjukkan ekspresi atau mengubah wajah saya,” ujar Kurihara seusai mengalahkan sejumlah lawan yang bahkan berusia sekitar tiga kali lipat darinya.
Kurihara sebelumnya mengatakan bahwa dirinya mengonsumsi belut sebagai persiapan sebelum bertanding. Setelah menerima medali emas, ia membungkukkan badan dan melambaikan tangan kecil kepada penonton.
“Saya sangat bahagia. Medali emas ini sangat indah, berkilau, dan berat,” katanya.
Kursi Kosong Jadi Sorotan
Di tengah keberhasilan sejumlah atlet, penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya juga mendapat sorotan karena minimnya penonton di beberapa arena.
Panitia mengakui belum puas dengan penjualan tiket setelah sejumlah besar kursi terlihat kosong di stadion atletik, termasuk ketika nomor bergengsi lari 100 meter putra dan putri digelar.
Penyelenggara menyebut kurang dari 60 persen tiket terjual untuk delapan cabang olahraga, termasuk sepak bola serta upacara penutupan yang menjadi salah satu acara utama Asian Games.
“Kami tidak puas,” kata Sekretaris Jenderal Komite Penyelenggara Asian Games, Satoshi Murate, ketika ditanya AFP mengenai jumlah penonton.
Murate menjelaskan, sebagian tiket memang telah dialokasikan kepada sponsor dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, sejumlah tiket tersebut tidak digunakan karena penerimanya tidak hadir.
“Kursi sudah dialokasikan, tetapi beberapa orang tidak dapat datang. Akibatnya, beberapa pertandingan memang memiliki kursi kosong yang terlihat jelas dan kami menyayangkan hal tersebut,” ujar Murate.
Masalah lain juga muncul dalam penyelenggaraan Asian Games. Panitia meminta maaf setelah sejumlah atlet mengalami kendala transportasi dan akomodasi yang membuat mereka terlantar selama berjam-jam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!